Gedung yang baru diresmikan itu bernama “Lamunan”

Tulungagung, 30 oktober 2016
Dalam semangat peringatan sumpah pemuda 28 Oktober kemarin, hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung meresmikan gedung serbaguna. Peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. Sejarah baru ini merupakan sebuah kebanggaan bagi seluruh lapisan masyarakat, utamanya pemuda-pemudi Tulungagung  yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial.

Alhamdulillah banyak yang sudah kita lakukan tapi tentu masih banyak yang akan kita bangun bersama. Kita berharap Gedung Serbaguna ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan SDM di Tulungagung, ” ujar Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dalam sambutannya di acara peresmian, Minggu (30/10).

Gedung yang berdesain classy dengan mempertahankan identitas Tulungagung ini juga mendapatkan sentuhan teknologi modern, gedung yang di bangun di atas lahan 1.400M2 ini dilengkapi dengan fasilitas wifi, proyektor, AC, terbagi dalam 3 ruang pertemuan yang masing-masing ruang sanggup untuk menampung 200 orang. Yang paling penting, pemanfaatan gedung ini tidak dipungut biaya sama sekali, sepanjang digunakan untuk kepentingan sosial.

Pekerja bangunan sedang bekerja di atap gedung.

Dua tahun terakhir, Tulungaggung benar-benar bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya dengan berbagai inovasi dan pembangunan sarana dan prasarana umum di hampir setiap penjuru wilayah administratif Tulungagung. Tercatat setelah sukses dengan sistem transportasi masal Trans Tulungagung yang melayani seluruh jalur sekolah, pusat perbelanjaan, tempat wisata, universitas hingga kantor-kantor pemerintahan, Kabupaten Tulungaggung juga berhasil memindahkan pusat pemerintahannya di kawasan selatan, dengan begitu pusat perekonomian dan pusat pemerintahan bisa lebih tertata dan pembangunan lebih merata.

Dibidang pariwisata, Tulungagung tercata berhasil memanfaatkan potensi wisata lokal hingga pertaraf Internasional, jangan heran jika saat ini Tulungagung juga banyak dikunjungi wisatawan asing, bahkan bulan kemarin  Tulungagung juga baru saja meresmikan Tropical Fruit Garden pertama dan terluas di……………………..

kak End….., kak End…” terdengar sayup-sayup suara memanggilku…

Gimana kak End, ada yang perlu di tambahkan?” lanjut kak Fajar yang dengan sukses membuyarkan lamunanku….. Ah, kurang asem…!!! Ternyata aku ngelamun saat kumpul bareng temen-temen, ngelamun sambil ngesot di Aula TK Persit, TK dimana aku meraih gelar Lulus untuk pertama kalinya, ngelamun saat temen-temen dengan semangatnya ngebahas kegiatan Kelas Inspirasi , duh….. asem tenan….


*cerita ini special buat temen-temen #KITaSek4wan, di status facebook saya kemarin :

Padahal semakin ke sini berharap semakin banyak tempat di TA yg ramah kegiatan sosial semacam ini. Tp ternyata sebaliknya. Hmm.. Ana apa jane dg Tulungagung” Celetuk temen kemarin saat lagi nyari tempat buat kegiatan KITa.

Entah, saya harus nangis gulung2 apa pie, tapi nyatanya emang gitu. beberapa tempat yang dulu bisa di pakai free, sekarang musti berbayar dengan alasan penambahan fasilitas ini-itu. Semua dihitung berdasarkan income, bukan lagi semangat CSR dan sosial.

Baca Juga : Pameran KITa 2016

Lebih greget lagi dengan komentar temen yang lain :”Nyilih Pendopo ae…” Langsung kebayang di Gunungkidul – Jogja, dimana Pendopo adalah sarana publik, kapan aja warga mau pake untuk kegiatan sosial, rapat desa, dengar pendapat dengan pemerintah daerah, bolehhh….. dan gratiss…. Karena menjunjung semangat dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Lho iki Tulungagung je….., kota yang ayem tentrem, mulya lan tinata….

Tulungagung……, kota yang……

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016.

 

 

Related posts

Tinggalkan Balasan