Geliat IKM bersama Perpuseru, tantangan menuju era digital

Kamis, 24 November 2016 – bertempat di ruang  Audio Visual Perpustakaan Daerah Kab. Tulungagung, Perpuseru bekerja sama dengan Bank Danamon menggelar acara “Pelatihan Startegi pemasaran on line pada Forum UKM” untuk seluruh pelaku usaha kecil menengah di Kab. Tulungagung. Geliat IKM bersama Perpuseru, tantangan menuju era digital ini sengaja diselenggarakan mengingat persaingan dalam dunia usaha saat ini sudah semakin ketat.

Tidak kurang dari 25 peserta hadir dalam kegiatan ini, kesemuannya adalah pelaku usaha kecil menengah di Tulungagung yang tergabung dalam FUT (Forum UKM Tulungagung). Meski seluruh peserta adalah pelaku usaha, namun sebagian besar masih mengandalkan proses usaha manual atau off line. Oleh karena itu, Perpuseru Coca-cola foundation merasa perlu untuk mengadakan pelatihan ini, dengan harapan pelaku usaha kecil menengah ini bisa terus berkembang dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Pembukaan Pelatihan oleh Kepala perpusda Drs. Marjadji. MM yang di dampingi oleh Kabid. Isnanik. S.Sos dan pendamping Perpuseru Yulisa Farma Halim.
Pembukaan Pelatihan oleh Kepala perpusda Drs. Marjadji. MM yang di dampingi oleh Kabid. Isnanik. S.Sos dan pendamping Perpuseru Yulisa Farma Halim.

Acara yang dihadiri sekaligus di buka oleh Kepala Perpusda, Drs. Marjadji. MM yang juga di damping oleh Kabid. Isnanik. S.Sos Ini berjalan cukup menarik. Peserta yang rata-rata masih belum ngeh tentang dunia teknologi dan informasi ini begitu excited mengikuti tahap demi tahap materi yang di sampaikan oleh nara sumber. Yulisa Farma Halim, akrab dipanggil Icha yang merupakan pendamping dari Perpuseru juga turut hadir dalam acara ini. “Pelatihan Startegi pemasaran on line pada Forum UKM” yang terselenggara berkat kerjasama Perpuseru, Perpusda, Bank Danamon dan FUT ini menjadi dorongan tersendiri bagi pelaku usaha untuk lebih melek teknologi.

Baca juga : Gedung Dekranasda Tulungagung, sebagai barometer IKM di Tulungagung

Menurut Wanda, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa membuka mata mitra FUT yang mengesampingkan bahkan tidak memperhatikan betapa pentingnya berjualan (promo/iklan) secara online di era melek teknologi seperti saat ini, terutama tentang pemanfaatan media sosial. “Sayang karena materi yang di sampaikan berhubungan dengan pemanfaatan media sosial, keterbatasan jaringan di saat acara justru menjadi kendala tersendiri bagi peserta untuk belajar” sambung Penyiar radio sekaligus owner dari Opavitara, produsen snack crispy dan minuman Pudot.

Peserta pelatihan IKM bersama Perpuseru terlihat begitu antusias.
Peserta pelatihan terlihat begitu antusias.

Materi IKM bersama Perpuseru yang di sampaikan kali ini sebenarnya tidak terlalu berat, yaitu tentang optimalisasi sosial media sebagai sarana promosi. Tema yang diberi sub judul “Technology for commerce” ini memang sebagai langakah awal dalam membangun sebuah jaringan dalam media sosial. Secara terpisah Endrita Agung sebagai pemateri menyampaikan bahwa ada dua jenis usaha yang bisa bertahan, pertama adalah usaha di bidang kebutuhan pokok, yang secara demand memang sangat di butuhkan oleh konsumen dan yang kedua adalah jenis usaha yang bisa improve dalam setiap perkembangan.

Lebih lanjut Endrita menjelaskan bahwa penyedia kebutuhan pokok cenderung survive lebih lama meski tanpa improve. Sedangkan untuk penyedia jasa kebutuhan sekunder, dituntut untuk bisa lebih berkembang, membuat produk semenarik mungkin dan selalu update dalam perkembangan sosial. Salah satunya dengan cara pemasaran via online.

Pemateri IKM bersama Perpuseru sedang menyampaikan bahan pelatihannya.
Pemateri IKM bersama Perpuseru sedang menyampaikan bahan pelatihannya.

Ir. Titalina sebagai Sekertaris FUT mengharapkan, dengan kegiatan semacam ini pegiat IKM khususnya di Tulungagung tidak hanya bisa memasarkan produknya secara konvensional, mengingat kemajuan jaman yang semakin bertumbuh, IKM juga dituntut untuk bisa seiring sejalan dengan perkembangan dunia, sehingga pemasaran dari produk-produk yang dihasilkan bisa lebih luas, bahkan hingga mencapai level nasional bahkan Internasional.

Yang tidak kalah membanggakan di acara IKM bersama Perpuseru kali ini, sebagai penutup acara pelatihan ini adalah launching ceremony dari salah satu marketplace pertama dan satu-satunya di Tulungagung, yaitu lapakbareng.com. Dengan hadirnya lapakbareng.com ini harapannya semoga bisa menjadi salah satu alternatif pemasaran produk IKM untuk bisa lebih luas lagi dalam menjangkau pemasarannya.

Related posts

One Thought to “Geliat IKM bersama Perpuseru, tantangan menuju era digital”

Leave a Reply