Gunung Budheg – Tulungagung dan sejuta pesonanya.

Wisata alam asli Tulungagung ini cukup sering jadi buah bibir selama bertahun-tahun,  bahkan semakin tahun buahnya semakin banyak dan segar……, stah! Maksudnya, saya yang emang masa kecil hingga beranjak dewasa menghabiskan waktu bermainnya di Tulungagung, dulu sering naik ke puncak Gunung Budheg. So, ada rasa kangen juga setelah lebih dari 10 tahun tidak menaikinya.

Experient tentu jauh berbeda, karena sudah banyak perubahan yang terjadi dari sang Gunung Budheg (671ft dpl), meski tempat juga masih disitu-situ aja (ya eya lahh….) sang bintang ternyata semakin mempercantik wajahnya!

Lokasi

Gunung Budheg menjadi tempat wisata yang sekaligus bersejarah

Ngomongin “bagaimana menuju kesana” tentu akan lebih mudah jika start dari pusat kota Tulungagung, apa lagi kalo bukan Alun-alun Tulungagung. Jika kalian dari luar kota dan naik transportasi umum seperti kereta api atau Bus, jangan khawatir kota kecil ini juga sudah memiliki transportasi online berbasis android yang dengan mudah diunduh aplikasinya di play store.

Dari Alun-alun Tulungagung kita mengambil arah menuju perempatan TT atau Titik Nol KM (Dekranasda). Kemudian lurus ke selatan sampai di perempatan Tamanan dan terus masih lurus menuju Perempatan Pasar Burung Beji. Dari perempatan pasar burung tersebut, kita masih lurus sampai menemukan perempatan traffic light dan itu adalah Perempatan Pasar Boyolangu.

Wisatawan Gunung Budheg yang semakin ramai dari hari kehari

Tenang, udah hampir sampai kok, dari perempatan pasar Boyolangu tadi, kita masih lanjut lurus ke selatan sampai kira-kira sekitar 500 meter. Selanjutnya ada kita ketemu dengan SPBU di sebelah kanan jalan dan 50 meter setelahnya terdapat jalan ke kiri. Jangan khawatir, sekarang jalan kecil ini sudah ada sign besar bertuliskan “Wisata Gunung Budheg” yang cukup eye-catching.

Dari situ kita tinggal lurus aja bentar (50 meter) sampe ketemu per3an kecil arah ke kanan, lurus sekitar 200 meter, sampe ketemu palang tulisan TEMPAT PARKIR disebelah kiri jalan. Nah, dari sini boleh deh kita turun dan mempersiapkan segala daya, upaya dan doa menuju puncak Gunung Budheg. 😱

Spots

Tulisan berukuran raksasa di atas Gunung Budheg

Start awal pendakian gunung yang terletak di desa Boyolangu ini dimulai dari pos utama yang sekagus berfungsi sebagai gerbang utama untuk masuk kawasan wisata Gunung Budheg. Di Pos yang dikelola oleh LMDH Wono Yoso yang dibentuk pada tahun 2006 ini wisatawan yang ingin naik ke puncak Gunung Budheg wajib untuk registrasi, saat regstrasi inilah wisatawan didata barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah. Bila saat kembali tidak membawa sampah sesuai yang didata akan dikenakan denda Rp. 50.000; Mantab.

Selain di data, wisatawan akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 2.000 saja untuk wisata disekitar Gunung Budheg dan Rp. 5.000; untuk wisatawan yang akan mendaki sampai puncak. Dana sebesar itu akan digunakan untuk perawatan dan penambahan sarana dan prasarana tempat wisata, setelah sebelumnya dipotong 10% untuk Perhutani dan 15% untuk Pemkab Tulungagung.

beberapa tali disediakan di titik-titik tertentu pendakian Gunung Budheg

Di 50 meter pertama kita akan menemukan lokasi yang cukup datar dan terbuka, terdapat dua spot gardu pandang yang terbuat dari kayu-kayu yang di susun. Dari sini pemandangan di bawah sudah cukup terlihat dengan indah dan yang pasti cukup selfieable. Mau langsung upload setelah foto? Tenang aja, diarea ini sudah tercover WIFI yang bisa dinikmati secara gratis. Ditempat ini juga biasanya dijadikan tempat untuk outbond dari berbagai instansi dan sekolah.

Selanjutnya, disekitar 200 meter selanjutnya, kita akan menemukan pos kedua untuk beristirahat. Tidak jauh dari situ, dan tidak kalah selfieable-nya dari gardu pandang yang di bawah, kita akan menemukan tulisan  GUNUNG BUDHEG berwarna merah gede banget, hampir mirip tulisan HOLLYWOOD yang ada di Los Angeles sono. Puas-puasin dulu deh foto disana sebelum perjalanan naik lagi keatas.

Setelah sign GUNUNG BUDHEG raksasa, praktis tidak ada yang bisa diceritakan lagi sepanjang perjalanan kepuncak, selain tanah berbatu, pepohonan dan beberapa tali penolong di beberapa titik pendakian yang cukup curam.

On Top

Pemandangan yang sangat indah di puncak Gunung Budheg

Finally, jika kondisi cuaca baik dan fisik juga mendukung, perjalanan hingga puncak Gunung Budheg tidak terlalu lama, hanya berkisar 30 menit. Di puncak Gunung yang punya cerita mitos yang cukup kuat ini kalian bisa menikmati pemandangan yang sangat indah.

Oh ya, pastikan kalian melakukan perjalanan ke puncak di waktu sore / malam hari, selain terhindar dari teriknya panas mata hari, kalian akan menikmati gemerlapnya lampu  kota Tulungagung dari puncak tertinggi Gunung Budheg.

Dapet salam nih dari tuan rumah Gunung Budheg .
😀

Selain itu, usahakan malam pendakian kalian cuaca cerah dengan cahaya bulan yang bersinar sempurna (purnama) karena akan cukup membantu pandangan mata dalam kegelapan malam.

Dan yang paling di tunggu, adalah di pagi harinya kalian akan menikmati terik matahari yang keluar dari ujung barat. Apa ya bahasa kerennya? Ohhhh…., iya… sunrise 😅

Di Gunung Budheg tercatat ada 4 titik / puncak yang biasa digunakan wisatawan untuk menikmati sunrise dan semuanya layak untuk dicoba, karena sama-sama punya angel yang keren untuk menikmati pemandangan.

Awan-awan yang bertebaran tepat di bawah kita, membuat kita seakan berada di negeri atas awan, keren…! Tambah keren lagi, sesaat setelah matahari terbit, kita akan kedatangan banyak tamu. Eh, salah ding… ! Tepatnya justru kedatangan tuan rumah dari Gunung Budheg. Apa lagi kalo bukan keluarga besar Monyet. Tidak hanya satu, tapi belasan…..! 😱

Related posts

9 Thoughts to “Gunung Budheg – Tulungagung dan sejuta pesonanya.”

  1. Sri

    Asik juga tempatnya..kapan ya bisa kesana

    1. Hayuk mbak, berangkaaaatttt……!!!
      😀

  2. Kerennya mas foto-fotonya ..

    1. Terima kasih kakak… 😛
      Hayuk kapan main ke Tulungagung lagi..
      ^_^

  3. mas kapan aku kamu ajak ke sini? Sekalian ngecamp yuk… mantap nih..

    1. hi hi hi …., berangkat sekarang yuk, keburu bulan puasa nih…
      😁

  4. trekkingnya lumayan juga ya

  5. baru denger nama gunung budeg,,, gak denger… tuli.. ahahah

Leave a Reply