Iqro: Petualangan Meraih Bintang – Mencintai Al-Quran dan Sains dengan cara yang menakjubkan.

Akhirnya, setelah sekian lama menanti, beredar juga salah satu film anak-anak yang bisa di jadikan tontonan keluarga yang berkwalitas. Film yang diberi judul Iqro : Petualangan Meraih Bintang ini menjadikan salah satu film yang penuh dengan pesan moral yang menyejukkan di tahun ini.

Bagaimana tidak, film yang merupakan hasil produksi Masjid Salman ITB, Salman Film Academy ini mengusung misi yang begitu kuat,  “Karena film ini digarap menggabungkan untuk membangun anak-anak cinta Al-Quran dan sekaligus mempunya motivasi untuk mendalami dunia sains,” kata Rosa Rai Djalal Eksekutif Produser Masjid Salman (ITB) dan Salman Film Academy pada awak media usai priview bersama wartawan hari Minggu (22/1/2017) di Senayan City, Jakarta Selatan.

Menyaksikan film ini, sesaat mengingatkan kita akan film yang serupa beberapa tahun lalu. Ya, kisah yang disajikan sedikit mirip dengan film besutan Riri Reza yang cukup fenomenal pada waktu itu, “Petualangan Serina”. Dengan banyak kejadian yang cukup tidak terduga dan alur yang lebih “ringan” membuat film Iqro : Petualangan meraih bintang kisahnya tetap memikat untuk disaksikan.

Sederet pelakon senior yang aktingnya tak perlu diragukan lagi, seperti Cok Simbara, Meriam Bellina, Mike Lucock, Neno Warisman, tentu menjadi senjata tersendiri dalam mempercantik sepanjang cerita berlangsung. Tidak ketinggalan juga  bintang muda Aisha Nurra dan Raihan Khan serta  Adhitya Putri yang menjadi magnet tersendiri dalam film ini.

Acara nonton bareng film Iqro: Petualangan Merih Bintang.

SINOPSIS

Kisahnya yang ditulis Aisyah Amira Nasution Tatia ini, dibuka dengan Aqila yang diperankan Aisha Nurra Datau (9 tahun), seorang anak perempuan yang sangat gandrung pada sains namun kurang punya minat belajar Al Qur’an.  Aqila memiliki seorang kakek yang berprofesi sebagai astronom dan tinggal di Pusat Peneropongan Bintang Boscha.

Aqila bermaksud membuat tugas sekolahnya yang berhubungan dengan astronomi, Kakeknya (Cok Simbara) memberi izin pada Aqila untuk menggunakan teropong bintang di Boscha untuk menyelesaikan tugasnya, namun dengan satu syarat: Aqila harus bisa membaca Al Qur’an. Aqila menyanggupinya.

Saat di rumah kakeknya Aqila bertemu Ros, anak dari seorang pembantu di sana. Ros mengajaknya bermain di sebuah masjid.  Di masjid inilah Aqila belajar membaca Al Qur’an dengan metode Iqro, yang fun, berirama dan dibawakan secara ringan.

Pengalaman Aqila belajar Al Qur’an dan teladan dari kakeknya Inilah yang  menggugah mata hatinya, tentang kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta.

POINT OF VIEW

Film berdurasi 97 menit ini menghadirkan sebuah tontonan yang sarat makna. Sang sutradara ( Iqbal Alfajri) agaknya begitu mengkhawatirkan “bobot” cerita film, sehingga meski terdapat bumbu beberapa konflik, sengaja dibuat tidak mendalam.

Observatorium Boscha sebenarnya bisa lebih diangkat, mengingat keberadaannya memang “terancam” punah. Bahkan kabarnya tempat yang pernah selamat dari serangan bom ini akan terpaksa dipindah di Kupang NTT, karena kawasan lembang sudah tidak bisa diselamatkaan dari polusi cahaya, Ironis….

Mengingat ini adalah produksi perdana dari Masjid Salman ITB, Salman Film Academy, ekspetasi yang terlalu tinggi memang tidak patut untuk dijadikan tuntutan, namun film drama yang bercerita tentang pentingnya mencintai Alquran sejak dini sebagai dasar bagi perkembangan pribadi generasi muda muslim sudah sungguh sangat memuaskan saya.

NONTON BARENG

Segmen yang dibidik dan kwalitas cerita yang sangat prima, membuat film ini layak untuk ditonton. Tidak terkecuali oleh anak-anak yatim. Diharapkan dengan acara nonton bareng seperti ini, semakin banyak anak-anak yang terispirasi.

Nonton bareng film Iqro: Petualangan Merih Bintang.
Suasana di dalam gedung saat Nonton bareng film Iqro: Petualangan Merih Bintang.

Kali ini nonton bareng dilaksanakan di jaringan 21, Mandala – Malang  Plaza dengan mengundang anak-anak dari Bina Yatim & Dhuafa’ “Darul Jundi”. Setidaknya tercatat 105 anak yang didampingi oleh beberapa pengasuh menikmati film Iqro.

Raut wajah gembira seakan tidak pernah lepas dari awal datang hingga selesai nonton bareng, anak-anak dari pondok yang beralamat di jalan Pemandian H-159 Rampal – Malang ini begitu antusias.  Bu Siti, Salah satu koordinator yayasan Bina Yatim & Dhuafa’ “Darul Jundi” mengaku begitu bahagia melihat anak-anak asuhnya menjadi lebih termotivasi dalam menuntun ilmu.

Sebagai koordinator yayasan, Bu Siti juga tidak lupa mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh donatur baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di Kota Malang sendiri atas terselenggaranya acara nonton bareng film Iqro: Petualangan Merih Bintang ini.

Bahkan, saat acara nonton bareng kemarin juga dihadiri oleh salah satu donatur beserta rombongan. Bu Armiati namanya. Beliau sengaja datang bersama anaknya yang kebetulan saat itu juga merayakan ulang tahunnya.

Salah satu donatur Nonton bareng film Iqro: Petualangan Merih Bintang. Ibu Armiati dan putrinya.

Kabarnya,dalam waktu dekat acara nonton bareng film Iqro: Petualangan Merih Bintang ini juga akan mengunjungi kota Tulungagung. Bunda Zaki selaku founder Sanggar Pena Ananda saat ini sedang melakukan loby terhadap Golden Bioskop sebagai tempat dilaksanakannya nonton bareng terkait waktu dan biaya, sedangkan untuk penjaringan anak yatim dan donatur saat ini sudah mulai berjalan.

Related posts

5 Thoughts to “Iqro: Petualangan Meraih Bintang – Mencintai Al-Quran dan Sains dengan cara yang menakjubkan.”

  1. Semangat menonton… semoga bermanfaat ya mas, banyak yang cinta QUR’AN…

    1. Iya mas, mantab emang….
      ^_^

  2. Sigit@rdana

    Saya tunggu tayangnya di Golden teater Tulungagung mas..

    1. Insya’allah tanggal 15-16 April akn menyapa adik-adik yatim se Tulungagung mas, tungguin yaaa…
      ^_^

  3. […] Baca juga : Iqro: Petualangan Meraih Bintang – Mencintai Al-Quran dan Sains dengan cara yang menakjubkan. […]

Leave a Reply