Justice League – Terbelah diantara kepekaan dua sutradara

Justice League Review – Film Justice League bisa jadi merupakan penebus dosa dari kesalahan the DC Comics universe kemarin yang sungguh diluar ekspetasi. Batman v Superman  dan Suicide Squad!

Satu setengah tahun yang lalu, “Batman v Superman: Dawn of Justice”, meski tampil cukup “buruk” dimata penggemar DC, berhasil menawarkan karakter baru seorang Bruce / Batman (Ben Affleck) yang kelam, dan tentu saja perkenalan yang sempurna bagi Diana / Wonder Woman (Gal Gadot).

Sayangnya perjalanan Justice League juga tidaklah mudah, terutama bagi sang sutradara. Ada sutradara ganda dalam film ini! Dan ini membuat saya merasa tidak enak untuk Justice League.

Adalah Zack Snyder, Sutradara yang menangani  Justice League dari awal ini terpaksa untuk mengundurkan diri di pertengahan bulan maret setelah bunuh diri tragis putrinya. Kendali film diambil alih oleh Joss Whedon (sedikit ironis, karena Joss Whedon juga terlibat di seri “Avengers”).

Diperlukan reshooting antara 15 – 20% dari film yang sudah ada, ini adalah keadaan tidak menyenangkan bagi seluruh team. yachh….., setidaknya itu menurut saya.

Hasilnya, bisa dibilang cukup “Smooth” sehingga cukup sulit untuk mengatakan di mana Zack Snyder berhenti dan Joss Whedon memulai. Tapi, saya menemukan rasa filmnya lebih condong ke Whedon daripada Snyder.


Bruce falling in love?

Karakter yang diperankan Ben Affleck kali ini lebih “Kalem” dari sosok Batman dalam Batman v Superman: Dawn of Justice. Setelah kematian Superman, Bruce banyak berubah.

Perubahan Bruce sedikit banyak dipengaruhi oleh Superman, dalam salah satu scene, Bruce mengakui satu hal yang dimiliki Superman yang tidak dia miliki, yaitu “kemanusiaan”.

Ditambah lagi, Bruce mau tidak mau harus “memimpin” sebuh liga demi menyelamatkan bumi dari ancaman penghancuran.

Kedekatannya dengan Wonder Woman juga membawa dampak perubahan tersendiri. Dalam beberapa adegan, dia harus terlibat dalam perdebatan dengan Gal Gadot yang justru membuat keduanya saling merasa …… (jawab sendiri)

Jason Momoa, Ezra Miller, Ray Fisher and Gal Gadot in Justice League. Photograph: Warner Bros Entertainment Inc.

Sinopsis

Snyder, seperti biasa, memberi kredit pembuka yang keren! Sebuah pemandangan yang sangat dramatis tentang betapa buruknya Amerika sejak Superman terbunuh. Orang di mana-mana benar-benar tertekan dan demoralisasi.

Tapi tidak ada banyak waktu untuk memikirkan kesedihan karena ancaman baru akan datang. Penjahat Intergalaksi Steppenwolf (Ciaran Hinds), yang memimpin tentara alien semacam serangga berencana untuk menghancurkan bumi.

Tanpa Superman untuk melindungi planet ini, Batman dan Wonder Woman berinisiasi untuk membentuk aliansi dengan dengan meta human lain, seperti The Flash / Barry Allen (Ezra Miller), Cyborg / Victor Stone (Ray Fisher), dan Aquaman / Arthur Curry (Jason Momoa).

Plot film Justice League hanya seperti itu? Iya, dan tidak bisa lebih berat dari itu. Sedikit istirahatkan otak anda dalam mengikuti alur cerita, karena tidak ada waktu atau usaha untuk membangun karakter semua tokoh yang ada, memberi keintiman dalam tim, membuat tema, atau harapan yang menantang.

Baca juga : Thor : Ragnarok – Ini tentang seorang ayah, seorang pemimpin dan kesalahan yang tidak bisa diperbaiki

Aquaman, Flash, dan Cyborg hampir tidak diperkenalkan sama sekali dalam film ini. Beruntunglah bagi penggemar DC, karena karakter mereka tentu sudah tidak asing lagi. Tapi bagi penikmat kids jaman now? Mungkin kita harus menunggu film personalnya keluar, seperti yang dilakukan Wonder Woman setelah Batman v Superman.

Namun, Justice League punya banyak kejutan di 119 menit durasi filmnya. Termasuk tentang kehadiran ……. (duh, ngga tahan pingin spoiler!) Ah, Sudahlah…….. Silahkan untuk mengantri dan bahkan mungkin terpaksa memilih duduk di kursi paling depan bioskop untuk menikmati aksi Bruce dan teman-teman barunya!

Oh ya, seperti biasa….. jangan pernah beranjak dari tempat duduk sebelum petugas bioskop mengusir anda! Justice league rating? heeemmmm……, dari 1-10, saya lebih suka kasi angka 8 buat Ben Affleck, Gal Gadot, Henry Cavill and the gank!

Pada akhirnya Justice League ini adalah sebuah film dengan pesan yang relatif mendasar : “Ada kekuatan dalam jumlah” baik dari para super hero maupun Zack Snyder dan Joss Whedon, yang akhirnya bisa bekerja lebih baik untuk penonton.

Related posts

3 Thoughts to “Justice League – Terbelah diantara kepekaan dua sutradara”

  1. Lagi asyiknya baca eh dipotong ceritanya. Gak asyik niih mas end nulisnya. Sebel deh. #alasan #malasnonton #pengenbacasinopsisaja

  2. Mungkin karena keterbatasan waktu ya sehingga Aqua Man dan Cyborg ga dikenalin dulu dengan detail. Tapi tetep menarik untuk ditonton.

Leave a Reply