NOKIA 6 – Perlahan bangkit dari kubur

NOKIA emang ngga mati sih, sampai kemarin pun pasar Indonesia masih diwarnai hadirnya brand legendaris ini. Tapi hampir kesemuannya type feature phone. Nokia Android sendiri sebenernya juga udah cukup lama beredar di pasaran, secara global pun Nokia Android juga sudah di perkenalkan sekitar bulan Januari kemarin. Tapi di pasar Indonesia, Khususnya Nokia 6 resmi menjajah pasar baru akhirbulan Oktober ini, setelah sebelumnya Noki memperkenalkan adik kelasnya (Nokia 3).

Keberadaan Nokia, meski redup ternyata masih juga banyak dinanti. Terbukti, saat admin endrita.id mencoba melempar wacana untuk mereview Nokia 6 di akun Instagram, terdapat 89% responden mengaku tertarik dan penasaran akan keberadaan Nokai 6

Desain belakang Nokia 6

Jadi, apa yang menjadi daya tarik Nokia 6 yang baru saja secara resmi menjajah pasar Smartphone tanah air? endrita.id yang kebagian pertama kali ngobok-ngobok Nokia 6 tentu dengan senang hati akan berbagi cerita dengan kalian. 😄

PREMIUM

Ya, setidaknya itulah kesan pertama saya ketika melihat dan memegang gadget baru ini, berbahan aluminium tanpa sambungan yang diproses secara presisi, katanya membutuhkan waktu 55 menit untuk membuatnya dari satu lempeng logam padat. Layar 5.5 inch dengan efek 2.5D di tepinya menambah kesan berkelas pada perangkat yang saat ini menjadi generasi tertinggi Nokia Android (kabarnya masih akan di lanjutkan dengan Nokia 7, 8 dan seterusnya). Logo Nokia terlihat jelas di bagian depan (pojok kanan atas) dan di bagian belakang tengah tepat di bawah kamera.

Sayang sekali, bekas sidik jari berasa enggan untuk pergi dari body metal Nokia 6, untunglah saya mendapatkan unit contoh yang berwarna silver, sehingga tidak terlalu kelihatan. Bagi yang suka warna hitam, pastikan untuk melengkapi Nokia 6 kamu dengan soft case, agar selalu terlihat bersih dan elegant

Khas handphone Android yang simpletanpa banyak tombol juga terlihat sekali di tubuh Nokia 6. Hanya memiliki 3 tombol di tepi, yaitu tombol power, volume naik dan turun. Ketiganya diletakkan di sisi yang sama, tepatnya di sisi kanan body.

Menurut saya, Nokia membuat langkah cerdas dengan meletakkan fitur fingerprint di bagian depan (tombol utama), tidak seperti beberapa kompetitor lain yang meletakkannya di bagian belakang body yang justru kurang nyaman.

Desain Premium Nokia 6

Sedangkan di sisi atas, terdapat jack headphone berukuran 3,5 mm. Sebaliknya, di bawah body terdapat penghasil suara imersif dengan Dolby Atmos® dari dua lubang speaker di sisi kanan. Ditengahnya terdapat Micro USB (USB 2.0) sebagai jalur pengisi daya yang sekaligus mendukung USB OTG.

SPESIFIKASI CUKUP TINGGI

Kabarnya ada dua macam Nokia 6, yaitu yang menggendong RAM 4GB dan 3GB. Untuk saat ini, hanya akan ada 3GB RAM/32GB yang masuk di pasar Indonesia. Dengan Prosesor Qualcomm® Snapdragon™ 430 generasi terbaru diyakini akan membuat umur baterai yang berkapasitas 3000 mAh ini menjadi lebih panjang dan grafis yang lebih baik.

Layar full-HD dengan reproduksi warna yang luas begitu serasi di sandingkan dengan ukuran layar 5.5” yang memanjang, menjadikan tampilan gambar semakin cinematic.

Jujur, saya sedikit kecewa dengan hilangnya teknologi PureView yang sempat ada pada seri Lumia. Ekspetasi untuk mendapatkan hasil foto yang ciamik soro menjadi sedikit tergoyahkan.

Baca juga : LG K10 2017 – Spesifikasi satu tingkat lebih tinggi

Tapi ternyata tidak, dengan berbekal Kamera 16 MP di bagian belakang, dan 8 MP di bagian depan, Nokia 6 mampu mengakomodir Kids jaman now yang mengutamakan Selfie diatas segala-galanya!

Resolusi yang dihasilkan ternyata cukup tinggi, baik untuk kamera belakang maupun depan. Warnanya juga lebih muncul. Meski tanpa efek beauty yang jadi andalan brand lain, Nokia 6 mampu bekerja dengan sangat baik, meski di cahaya minim.

RAPORT

Hampir tidak ada yang cela dari Nokia 6 ini, brand mentereng, body keren, hasil kamera genjreng dan harga yang ngga bikin cengeng (sampai artikel ini ditulis, kami belum dapet bocoran harga resminya, tapi kemungkinan di kisaran 2-3jt).

Selain masih menggunakan USB Micro-B dan hasil benchmark rendah (meski ngga sedikit juga  yang ngga perduli), bekas sidik jari yang susah hilang juga menjadi kendala tersendiri.

Yang jelas, dengan hadirnya Nokia ber OS android di pasar Indonesia, membuat perlahan tapi pasti brand NOKIA bangkit dari kuburnya.

Related posts

Leave a Reply