Pameran Foto KITa 2016

Minggu pagi, 14 Agustus 2016 yang bertepatan dengan hari Pramuka, temen-temen relawan Kelas Inspirasi Tulungagung (KITa) memulai aktifitas pertamanya di tahun 2016. Sama seperti tahun kemarin, kegiatan awal dari KITa adalah pameran foto yang bertujuan untuk mengenalkan kepada seluruh elemen masyarakat Tulungagung tentang apa itu KITa. Dengan dipamerkannya beberapa foto hasil jepretan relawan fotografer di 3 tahun belakang dari kegiatan KITa ini berharap bisa menarik perhatian pengunjung untuk lebih mengenal kegiatan kerelawanan ini. Big dealnya, diharapkan akan banyak masyarakat Tulungagung yang perduli dan saling mengisi untuk menjadi relawan fasilitator, relawan Pengajar dan relawan dokumentasi (video dan foto).

Prepare kegiatan Pameran Foto ini sudah dilakukan dari hampir 2 bulan sebelumnya, mulai dari mengurus ijin tempat, sound, properti foto, perlombaan,dll. Sekali lagi, karena kegiatan ini berbasis volunteer membuat setiap kali meet up menjadi sangat berharga, karena bisa dipastikan akan ada beberapa relawan yang berhalangan hadir.

So far di 30 menit pertama, semua persiapan acara di pagi itu cukup lancar, hingga “musibah” itu datang. Tanpa di duga ratusan rombongan remaja beserta orang tua pengantar menyerbu Balai Budaya, 4 bus besar terparkir tepat di depan balai budaya, tepat juga menutup karya teman-teman relawan fotografer yang dipamerkan. Bukan….., bukannn……, mereka bukan sengaja datang untuk melihat pameran KITa. Mereka adalah rombongan Kontingen Kesenian yang akan berangkat menuju Istana Negara untuk mewakili Tulungagung, dengan kesenian khasnya, apalagi kalo bukan Reog Kendang.

Lomba Mewarna untuk anak-anak sekolah dasar sebagai salah satu rangkaian acara Pameran Foto KITa 2016

Chaos-pun terjadi, mulai dari tempat yang sediannya dipakai teman-teman KITa untuk kegiatan lomba anak-anak mendadak penuh dengan speda motor dan para rombongan, tali rafia untuk garis lomba balap karung berserakan layaknya Rumor yang tersesat dan tak tau arah jalan pulang , masih ditambah dengan aksi pembajakan sound sistem buat ngabsen para rombongan hingga celetukan dari (mungkin) panitia rombongan : “ini mic kita, jadi di pakai aja” membuat panitia KITa jadi tambah bengong. Beberapa temen sudah merasa “panas”, beberapa ada yang langsung baper dan menitikkan air mata, serasa bubaran nonton drama Korea.

Untunglah, sebagian besar panitia KITa merasakan sebuah “kepentingan” yang sama di sini. Sama-sama untuk Tulungagung, sama-sama untuk pendidikan dan sama-sama untuk generasi muda yang lebih baik. Rombongan Kontingen Kesenian Tulungagung punya misi mulia untuk mengenalkan khasanah budaya Tulungagung ke level nasional dengan dukungan pemerintah, Kelas Inspirasi Tulungagung (KITa) dengan pameran foto ini punya misi yang tak kalah keren dengan membangun mimpi anak-anak negeri untuk menggapai cita-cita setinggi-tingginya.

Penyerahan hadiah pemenang lomba mewarna di sela-sela acara Pameran Foto KITa 2016

Perbedaannya mungkin hanya dalam “dukungan”, hal ini jugalah mungkin yang membuat management terlihat begitu berbeda. Gimana ceritannya satu lokasi bisa ditempati oleh dua kegiatan dalam waktu yang bersamaan? Lalu, apa gunanya KITa membuat surai ijin jauh-jauh hari? Mic dan sound sistem (meski juga minjem punya balai budaya) tiba-tiba di klaim dan dipakai seenaknya, sedangkan dari KITa yang mempersiapkan, persiapan keberangkatan yang cukup lama (menaren-kemaren kemana?) hingga akhirnya KITa kehabisan waktu.

Ahh…., sudah lah….. Sekali lagi keduanya punya kepentingan yang sama dan baik juga kok. Meski akhirnya Pameran Foto KITa yang harus jadi korban. Selamat jalan dan selamat menjalankan tugas mengharumkan nama Tulungagung di mata Indonesia untuk Rombongan Kontingen Kesenian Tulungagung. Untuk relawan KITa, selamat berjuang lebih keras lagi, menemukan volunteerian yang pantang menyerah seperti kalian ini lebih berarti dari segunung deposito. Selamat mengispirasi adik-adik kita, jadikan Tulungagung lebih baik.

Related posts

One Thought to “Pameran Foto KITa 2016”

Leave a Reply