Pelatihan Jurnalisme Warga – Menuju Bangoan Kampung Literasi

Tulungagung – Satu dari berbagai program Pena Ananda Club dalam mensukseskan program “Bangoan Kampung Literasi” minggu kemarin (17/9) kembali digelar. Kali ini, pemuda-pemuda dari Desa Bangoan berkumpul untuk melaksanakan Pelatihan Jurnalisme Warga Desa Bangoan.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat yang terjadi akhir-akhir ini, disadari atau tidak juga menuntut perubahan pola penerimaan informasi. Bergesernya gaya konsumsi berita dalam media cetak (Koran, Majalah, Tabloid dan sebagainya) ke dalam bentuk digital (portal, blog, media sosial dan streaming) menjadi salah satu bentuk perubahan yang cukup massif saat ini.

Sayangnya, Pergeseran pola ini tidak disertai dengan edukasi yang baik kepada seluruh lapisan masyarakat dalam menerima dan menyebarkan sebuah berita. Alhasil, berita Hoax dengan mudahnya berada di tengah-tengah masyarakat.

Hal itulah yang menjadi dasar kuat dalam pelatihan Jurnalisme Warga kepada pemuda-pemuda Bangoan. Harapannya , dengan kegiatan seperti ini warga Bangoan dan sekitarnya mendapatkan edukasi yang cukup dalam mencerna sebuah berita.

Tidak harus menggunakan Laptop, peserta Pelatihan Jurnalisme Warga juga asik menggunakan Smartphonenya untuk menulis berita.

Jurnalisme Waga, sesuai kaidahnya, merupakan kegaiatan jurnalisme yang dilakukan oleh warga umum. Artinya, sebuah kegiatan jurnalisme yang tidak harus dilakukan oleh jurnalis profesional atau jurnalis di bawah naungan media utama, tetapi bisa dilakukan oleh semua kalangan, dari pelajar SMP, pelajar SMA, mahasiswa, para pekerja, dan sebagainya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih para generasi muda khususnya yang berdomisili di desa Bangoan agar dapat menuangkan segala macam kegiatan yang ada di sekitar dalam bentuk tulisan. Tidak hanya dalam bentuk reportase, berbagai karya tulisan yang berhasil di ciptakan diharapkan bisa menjadi sajian tersendiri sehingga Desa Bangoan dapat lebih dikenal publik. Caranya, tentu saja dengan membuat sebuah portal berita berbasis desa atau website desa.

Baca juga : Mengembalikan Jati Diri – Karena nama punya cerita

Sebagai pemateri, dipercayakan kepada Endrita Agung, seorang citizen journalism asli Tulungagung yang saat ini sedang mengembangkan karirnya di Kota Malang. Selain aktif dalam bidang citizen journalism, Endrita Agung juga dikenal sebagai pegiat media sosial, blogger sekaligus aktif dalam beberapa  kegiatan sosial.

Materi yang disampaikan cukup mudah diserap oleh peserta, diawali dengan pertanyaan-pertannyaan ringan seputar kegiatan jurnalisme membuat peserta yang awalnya sama sekali tidak menegrti tentang Jurnalisme Warga menjadibisa mengikutinya dengan mudah.

Dilanjutkan dengan membahas tentang dasar-dasar kepenulisan yang perlu diketahui sebelum memulai aktifitas jurnalistik, juga bagaimana cara memperoleh berita yang baik, seperti cara pengambilan gambar yang sopan dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Juga bagaimana membuat judul yang mengandung nilai. Artinya, dari sebuah judul, pembaca akan tertarik untuk membaca kelanjutan dari isi berita tersebut. Dan yang paling penting adalah pemahaman tentang 5W1H (What = Apa, Where = Dimana, When = Kapan, Why = Mengapa, Who = Siapa, How = Bagaimana).

Tidak hanya sampai disitu, setelah dirasa cukup paham dengan pemaparan narasumber, peserta pelatihan langsung diajak untuk turun kelapangan dan praktek kegiatan jurnalisme. Dengan mengambil kegiatan yang terjadi di sekitar, peserta pelatihan mencoba untuk membuat sebuah jurnalisme warga secara baik dan benar.

Kontributor : Maya Mahmudah

Related posts

Leave a Reply