Save Malang Haritage – Selamatkan Cagar Budaya!

Logo Save Haritage Malang

Kemarin (10/04), sebuah gerakan city movement bertajuk Save Malang Haritage kembali berusaha untuk menguatkan jaringan. Bertempat di Ballroom Malang Strudel Semeru, Ketua Umum #SaveMalangHaritage yang juga President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Malang, Rachmad Santoso, untuk kali ketiganya mengundang Komunitas, Travel Agent, Vlogger, Blogger dan Influencer seluruh Malang Raya untuk bersama-sama menggelorakan city movement Save Malang Haritage.

Jika di dua pertemuan kemarin dihadiri oleh lebih dari 40 perwakilan komunitas, pertemuan ketiga ini melibatkan lebih dari 30 komunitas dengan total individu yang hadir lebih dari 80 orang dari berbagai latar belakang profesi. Ini cukup menggembirakan, mengingat semakin banyaknya komunitas yang bergabung, maka semakinbisa dirasakan manfaat dari city movement Save Malang Haritage ini.

Dalam sambutannya, Rachmad Santoso menyampaikan bahwa Gerakan Save Malang Heritage (SMH) ini merupakan antusiasme untuk merayakan HUT ke 104 Kota Malang yang diselenggarkan pada tanggal 8 – 28 April 2018 di Malang. “Kota malang telah mengalami 3 masa, masa kerajaan, kolonial dan kemerdekaan, tapi apa kita tahu apa yang telah di tinggalkan para pendahulu kita, pada era modern dan digitalisasi ini. Sebuah langkah kongkrit diperlukan untuk menginformasikan, mengedukasi, menjaga dan menyelamatkan warisan budaya peninggalan pada masa masa tersebut. save malang heritage, adalah sebuah gerakan, sebuah city movement sebuah langkah menyuarakan tentang dimulainya tentang memahami heritage lebih dalam dan lebih terlibat.” papar pemilik sekaligus pendiri CV. Jade Indopratama ini.

Rachmad Santoso memaparkan konsep city movement Save Malang Haritage
Ketua Umum #SaveMalangHaritage Rachmad Santoso memaparkan konsep city movement Save Malang Haritage

Baca juga : Malang Sejuta Kopi 2018 – Every Day Free Coffee!

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana. Dalam paparannya, Agung H Buana meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling membatu dan berkolaborasi untuk menyelamatkan situs-situs cagar budaya yang tersebar diseluruh Malang Raya.

Pada pertemuan kali ini, Panitia Save Malang Haritage juga sekaligus memberikan sedikit gambaran tentang kesiapan kampung Kayutangan yang akan siap dibuka sebagai kampung wisata sejarah koridor Kayutangan pada tanggal 22 April 2018 besok dengan berbagai kegiatan.

Rencananya, rangkaian acara Save Malang Haritage di tanggal 22 April 2018 itu adalah “Haritage Trail”,  dimana akan ada lebih dari 300 peserta sepeda onthel dari seluruh komunitas yang ada di Jawa Timur, dan dilanjutkan dengan pembukaan kampung wisata Kayutangan” Jelas Rachmad Santoso

“Jangan khawatir, di kampung wisata Kayutangan besok, seluruh warga akan dengan sangat terbuka menerima kedatangan para wisatawan, suasana guyub, kekeluargaan, hangat akan terpancar luas dari Kampung Kayutangan, banyak kegiatan yang akan kita gelar disana….” lanjutnya.

Duncan Graham bersama sang Istri Tercinta Erlinawati saat menghadiri acara Sosialisasi program Save Malang Haritage
Duncan Graham bersama sang Istri Tercinta Erlinawati saat menghadiri acara Sosialisasi program Save Malang Haritage

Cukup menyita perhatian, adalah hadirnya seorang pegiat budaya yang justru berkebangsaan asing. Dia adalah Duncan Graham, kelahiran Inggris yang sudah tinggal di Indonesia lebih dari 25 tahun yang lalu.

Duncan Graham secara khusus juga memberikan sebuah buku karyanya yang berjudul “Marvellous Malang – The East Java Many Faces” kepada panitia city movement Save Malang Haritage.

Diakhir sesi, sebagai aksi nyata gerakan  Save Malang Haritage, panitia membuka donasi yang nantinya akan digunakan untuk merawat dan melestarikan cagar budaya “heritage” yang ada di Kota Malang, karena Save Malang Heritage bukanlah romantisme masa lalu namun justru upaya untuk membangun masa depan dengan cara memperkokoh pondasi identitas daerah.

Bolang (Blogger Kompasiana Malang) dan MC (Malang Citizen), dua dari 30 komunitas yang turut mendukung gerakan Save Malang Haritage.
Bolang (Blogger Kompasiana Malang) dan MC (Malang Citizen), dua dari 30 komunitas yang turut mendukung gerakan Save Malang Haritage.

Kami, endrita.id sepakat untuk medukung gerakan #SaveMalangHaritage, kami juga mengajak pembaca untuk ikut meramaikan gerakan Save Malang Heritage bersama-sama.

Related posts

One Thought to “Save Malang Haritage – Selamatkan Cagar Budaya!”

  1. Meski aku bukan dari Jawa Timur, aku juga dukung program penyelamatan heritage Malang ini.
    Sudah seharusnya kekayaan budaya ini diselamatkan agar ngga punah.
    Mungkin sedikit saran, dipadu dengan acara selera kekinian agar lebih kena sasaran ke generasi muda.

Leave a Reply