Sembilan tahun Pena Ananda Berkarya Untuk Bangsa

Tentu tidak ada yang istimewa dari logo Pena Ananda ini, sebuah gambar sederhana dengan warna-warna ceria khas anak-anak. Sembilan tahun lalu Logo sederhana ini lahir bersamaan dengan lahirnya sebuah komitmen.

Pernah suatu ketika, sang empunya mengutarakan keinginannya untuk mengganti logo Pena Ananda ini yang sudah terpatri sekian tahun lamanya. Tapi dengan tegas saya bilang, Tidak!

Mungkin memang tidak semenarik logo ini, logo itu…. atau tidak se eye-catching logo perusahaan nganu. Tapi justru saya melihat dari kesederhanaannya.

Cerminan kepolosan dari seorang anak si pembuat logo begitu jelas terlihat, meski sekarang yang membuatpun juga sudah ngga polos-polos amat, minimal masa itu masih tersemat dengan kuat.

Saya pun sempat menawarkan untuk hanya sekedar me”rapi”kannya saja, tanpa harus menghilangkan “ruh” kesederhanaan, keceriaan dan semangatnya. Walau, meski sampai detik ini berlalu janji saya belum juga terlaksana….

Kesederhanaan, keceriaan dan semangat yang tersirat dari logo Pena Ananda tentu sangat menggambarkan dari sang sanggar itu sendiri.

Sanggar”……, jika belum tau Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club sebaiknya jangan terlalu menghayal yang wajar-wajar bahkan malah yang tinggi-tinggi. Sanggar Pena Ananda jika dilihat dari bentuk fisik adalah sebuah tempat yang amat sangat sederhana. Ibarat gadis, dia jelas bukan level Nikita Willy, atau mungkin Raisa Andriana, atau malah Pevita Pearce.

Bukannnn….., bukan….! tak semolek itu! Malah, ibarat sekarang ini yang kita lagi kesusahan garam, sosok-sosok dibalik Pena Ananda ini malah tidak pernah membutuhkan garam. Karena tanpa garam pun, hidupnya sudah cukup asin karena terlalu sering mencecap asinnya air mata…..

Justru itulah hebatnya, kesederhanaan, keceriaan dan semangat yang luar biasa menjadikan Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club begitu istimewa.

Perjuangan tanpa lelah selama sembilan tahun Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club seakan tidak pernah terlihat memelan, bahkan semakin melaju, kencang….. dan semakin kencang….

Lalu apa capaian yang bisa dibanggakan selama sembilan tahun dari Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club yang selama ini berjibaku dalam dunia literasi?

Bukan! Bukan program “Pojok Literasi”nya yang selama beberapa tahun istiqomah mengisi ruang dengar publik Tulungagung.

Jelas bukan! Bukan karena Taman Bacaan Masyarakat (TMB)nya yang selalu terbuka dengan penuh kehangatan untuk seluruh masyarakat.

Pasti bukan! Bukan karena selama ini selalu memberikan, berbagi ilmu dengan siapapun secara gratis!
Bukan juga karena Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club sukses menggelar acara tingkat nasional bertajuk Festival Bonorowo Menulis yang tahun ini memasuki tahun kedua.

Bukan pula karena pernah diundang secara khusus oleh Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu, bareng “hanya”segelintir orang yang punya semangat sama-sama luarbiasanya.

Capaian terbesarnya adalah disaat ilmu yang di bagikan bermanfaat bagi orang lain, pengetahuan yang disebar gratis menjadi modal anak-anak penerus bangsa untuk meraih mimpi!

Disaat guyubnya sebuah keluarga yang terjalin hangat tidak tergoyahkan dengan buaian materi yang mau tidak mau tetap harus digali.

Capaian terbesar sepanjang masa, disaat apa yang selama ini menjadi sebuah cita-cita, sedikit demi sedikit berbuah nyata.

Akhirnya, sebagai ucapan maaf karena ingkar dari undangan yang diberikan, ijinkan saya sebagai seonggok manusia yang banyak-banyak kekurangan, serta mewakili dari endrita.id mengucapkan Barakallahu fii umrik, semoga selalu dalam keberkahan dari setiap jengkal kegiatan Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club. Milad Mubarak.

Jayalah Pena Ananda, Jayalah Tulungagung, Jayalah Indonesia!

Related posts

Leave a Reply