Surau Dan Silek – Budaya Minang Untuk Nusantara

3-5 tahun terakhir, berapa kali anda mendapatkan tontonan film Indonesia yang berkwalitas bagi keluarga? Perlu beberapa detik untuk mulai menghitung? Ketemu? Namun cukup sulit, karena hanya beberapa gelintir film, yang bahkan hanaya bisa di hitung oleh jari?

Jangan khawatir, hampir semua merasakan hal yang sama, karena memang begitulah kenyataannya! Untunglah, tahun 2017 ini kita disuguhkan dua film special diwaktu yang hampir bersamaan.

Ya, awal tahun kemarin dahaga akan film keluarga yang bisa jadi panutan sedikit terkurangi dengan hadirnya film IQRO, sebuah film yang menceritakan bagaimana cita-cita bisa diraih dengan tidak hanya mengandalkan ketekunan semata, namun juga mental spiritualnya.

Luarbiasanya, Tulungagung yang merupakan satu dari beberapa kota penyelenggara Nonton Bareng degan Anak Yatim dan Dhuafa mendapatkan sambutang yang begitu luarbiasa dari berbagai pihak.

Selama dua hari berturut-turut dengan memanfaatkan 3 ruang studio di Golden Theater, film IQRO berhasil menginspirasi lebih dari 389 anak yatim Tulungagung dan keluarga besar SDIT Nurul Fikri dan TK Cordova – Tulungagung.

Baca Juga : 389 anak yatim Tulungagung nonton bareng Iqro

Melihat animo masyarakat yang begitu besar, dan tentu dengan pertimbangan kwalitas film yang memang sangat layak untuk disajikan kepada anak-anak di Tulungagung khususnya, maka untuk kali kedua, Pena Ananda Club kembali menebar inspirasi bersama anak Yatim dan Dhuafa dengan mengelar Nonton Bareng Film Surau Dan Silek.

flyer film surau dan silek endrita.id

Surau Dan Silek (Surau/mushola Dan Silat) adalah film keluarga berlatarkan budaya masyarakat Minangkabau yang rilis pada tahun 2017, diproduksi oleh Mahakarya Pictures, dan diproduseri oleh Dendy Reynando dan Emil Bias. Disutradarai oleh Arief Malinmudo.

Dan seperti kegiatan sebelumnya, Nobar yang rencananya akan di laksanakan pada tanggal 26-28 Mei ini akan membuka pintu donasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi mewujudkan impian anak-anak yatim Tulungagung mendapatkan tontonan yang bermanfaat.

Pena Ananda Club mengajak Bpk/Ibu untuk berdonasi bagi sekitar 600 anak yatim & dhu’afa Tulungagung (belum termasuk pendamping) agar bisa nonton bareng film Surau Dan Silek.

Donasi bisa diserahkan langsung di Pena Ananda Club  yang beralamat di  jalan raya bangoan, Perum Bangau Putih Permai L-9, Bangoan, Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66219 ataau belalui bank Transfer di rekening BRI Unit Wahidin Tulungagung dengan No.Rek.: 7359-01-003308-53-8 a.n. LEMBAGA PENA ANANDA CLUB.

Donasi yang terkumpul, sediannya akan diperuntukkan: tiket, cinderamata, transportasi, termasuk untuk pendamping anak yatim dan dhu’afa.

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan ini, bisa menghubungi CP. Niken : +62 857-4851-6088 dan atau Nikita : +62 856-0450-0499. Selain itu, perkembangan donasi juga bisa dilihat di Info kumpulan donasi : http://sanggar-penaananda.blogspot.co.id/

SEKILAS SINOPSIS SURAU DAN SILEK

Adil (11th) adalah seorang anak yatim yang sangat menginginkan Ayah nya masuk surga dengan cara menjadi anak yang shaleh. Di saat yang bersamaan Adil juga sangat berambisi memenangkan pertandingan Silat di kampungnya. Ambisi Adil ini di dasari oleh kekalahan yang di alaminya pada pertandingan periode sebelumnya. Adil di kalahkan oleh Hardi (11Th) dengan kecurangan. Namun hal ini tidak di akui oleh Hardi. Karena menurut Hardi, Adil hanya mencari-cari alasan atas kekalahannya. Teman seperguruan Adil yang juga merupakan sahabatnya; Dayat (11th) dan Kurip (11th) ikut mendukung upaya membalaskan dendam kekalahan tersebut.

Dengan semangat yang tinggi mereka mempersiapkan diri menuju pertandingan berikutnya yang akan di adakan 6 bulan lagi. Dalam masa persiapan tersebut tiga sekawan; Adil, Dayat dan Kurip mengalami berbagai rintangan; Mulai dari guru silat mereka Rustam (27) yang pergi merantau, keinginan Adil untuk menjadi anak shaleh yang kadang bertentangan dengan ambisinya, pertikaian yang terjadi di antara Tiga Sekawan dalam memandang makna silat, Hardi dan kawan-kawan yang selalu mem-bully Adil, Dayat dan Kurip serta pencarian guru silat pengganti yang gagal disaat waktu menuju pertandingan terus berjalan.

Rani (11th) merupakan teman sekolah Tiga sekawan (Adil, Kurip dan Dayat). Rani yang mengagumi Adil secara diam diam berusaha untuk mencarikan solusi terhadap kegalauan yang di hadapi oleh teman-temannya. Berkat usaha Rani inilah semua rintangan yang di hadapi oleh Tiga sekawan ini dapat teratasi. Berhasilkah Tiga Sekawan menemukan guru silat serta memenangkan pertandingan?

Related posts

8 Thoughts to “Surau Dan Silek – Budaya Minang Untuk Nusantara”

  1. Sukses ya bro nobar dan penggalangan dananya 😀

    1. Terima kasih kakak Enjel….. ^_^

  2. Semoga sukses ya nobarnya, jadi pengen eliput nih

    1. Hayuk mbak, ke Tulungagung…
      ^_^

  3. Nice post, Mas. Saya baca sinopsisnya, berasa kayak baca si opsis film silat gitu Mas. Hihihi….. kalah trus balas dendam.

    1. iyes, silek adalah seni bela diri silat khas Minang.
      😊

  4. Semoga di Malang ada… Film silat ya

    1. iya mas, film silat…
      😊

Leave a Reply