Save Malang Haritage – Selamatkan Cagar Budaya!

Logo Save Haritage Malang

Kemarin (10/04), sebuah gerakan city movement bertajuk Save Malang Haritage kembali berusaha untuk menguatkan jaringan. Bertempat di Ballroom Malang Strudel Semeru, Ketua Umum #SaveMalangHaritage yang juga President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Malang, Rachmad Santoso, untuk kali ketiganya mengundang Komunitas, Travel Agent, Vlogger, Blogger dan Influencer seluruh Malang Raya untuk bersama-sama menggelorakan city movement Save Malang Haritage. Jika di dua pertemuan kemarin dihadiri oleh lebih dari 40 perwakilan komunitas, pertemuan ketiga ini melibatkan lebih dari 30 komunitas dengan total individu yang hadir lebih dari 80 orang dari berbagai latar belakang…

Read More

Malang Sejuta Kopi 2018 – Every Day Free Coffee!

Sam Idub dalam kenferensi perss pembukaan Malang Sejuta Kopi

Malang Sejuta Kopi kembali digelar, ini merupakan tahun kedua gelaran berbagi kopi geratis selama satu bulan di bulan April yang bertepatan dengan ulang tahun Kota Malang. Kemarin (01/04) secara sederhana panitia Malang Sejuta Kopi mengadakan Press conference di salah satu kedai kopi yang terletak di Jl. Raya Candi VI No.193, Karangbesuki, National Coffee. “Malang Sejuta Kopi” merupakan sebuah gerakan bersama masyarakat kopi dari hulu ke hilir, yang terdiri dari anggota petani kopi, pendamping petani, pemroses kopi, roastery, pemilik kedai, barista, peneliti/pemerhati kopi dan unsur lainnya. Melalui gerakan ini, diharapkan  Malang…

Read More

Yowis Ben : Cerdas, Ulet, Dan Kreatif

Film Yowis Ben – DISCLAIMER: Atas permintaan pemirsa, maka ulasan ini ditulis dalam bahasa Jerman; Jejere Kauman. Iya, saya membuat tulisan ini sambil njajan sempol di alun-alun sebelahnya Kauman. Ngene, Rek. Awak-awakmu sek eling, a, yok’opo rasane jatuh cinta untuk pertama kalinya jaman SMA ndisek? Nyenengi arek kodew sing dadi kembang ndek sekolah, tapi awake dhewe penampilane sakjane biasa-biasa ae? Pinter ora sepiro, ngganteng yo mek lek jare ibuk dhewe sing dodolan pecel ndek Jodipan? Yo ngono iku kiro-kiro sing dialami Bayu (Bayu Skak). Dhek’e naksir Susan (Cut Meyriska). Wes ngerti…

Read More

Waktu Ruang Kayutangan : Vol. 2 – Workshop Fotografi Anak

Kota Malang. Pada Sabtu (16/12/17), rekan-rekan dari komunitas A Day to Walk, Walkingalam, dan Dari Masa Lalu mengadakan workshop fotografi untuk anak-anak. Bertempat di daerah Kayutangan (Jl. Basuki Rahmat RW 01, RW 02, RW 09, dan RW 10) workshop fotografi ini merupakan salah satu acara dalam rangkaian kegiatan Waktu Ruang Kayutangan : Vol. 2. Pada workshop kali ini anak-anak yang tinggal di daerah Kayutangan tersebut diajak untuk memotret lingkungan tempat tinggal mereka dengan kamera analog lalu mencoba memproses sendiri film negatif mereka untuk kemudian dipindai, dicetak, dan kemudian dipamerkan pada…

Read More

Kangen dengan Festival Malang Tempo Doeloe (MTD), tunggu kehadirannya 12 november 2017

Malang – Kids jaman now pasti banyak yang belum tau apa itu MATEDU. Festival yang sempat menjadi kebanggaan kota Malang di tahun 2006 ini menjadi trendsetter di beberapa kota lain. Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) yang biasa kita singkat dengan Matedu, rencanannya tahun ini akan kembali digelar. Sempat vakum beberapa tahun, Dwi Cahyono, pemilik Yayasan Inggil sekaligus pemilik hak cipta Festival Malang Tempo Doeloe menjelaskan bahwa meniadakan festival ini beberaapa tahun kemarin memang disengaja olehnya. ”Dulu sengaja dihentikan karena sudah campur aduk dengan pedagang kaki lima (PKL).” ujarnya. Selain itu…

Read More

Pawai Budaya Nusantara Apeksi 2017, Pesona budaya nusantara ada di kota Malang.

Bisa jadi gelaran pawai budaya yang di gelar kemarin (Rabu, 19 Juli 2017) merupakan gelaran paling Indonesia yang pernah diselenggarakan di Kota Malang. Pasalnya, lebih dari 98 Kota se Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) turut berpartisipasi meramaikan gelaran Pawai Budaya Nusantara Apeksi 2017, sebagai salah satu rangkaian Rakernas Apeksi 2017. Pawai Budaya kemarin dilaksanakan di sepanjang jalan Ijen dengan start dari depan Katedral Ijen dan finish di Jalan Semeru. Pawai Budaya Nusantara yang dijadwalkan dimulai jam 14:00 ini ternyata cukup molor, mengingat masih banyak peserta…

Read More

Kemah Budaya – Festival Gunung Budheg “Bhakti Tanah Leluhur”

Akhirnya, untuk pertama kali dalam sejarah, Kemah Budaya – Festival Gunung Budheg “Bhakti Tanah Leluhur” sukses digelar di Kawasan wisata alam Gunung Budheg, Tanggung – Campurdarat, Tulungagung. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dengan bangga dibuka langsung oleh Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE.MSi dan dihadiri juga oleh Supriono ketua DPRD Tulungagung. Prosesi pembukaan acara Kemah Budaya – Festival Gunung Budheg “Bhakti Tanah Leluhur” ini juga di meriahkan oleh Komunitas Walikukun yang menampilhan seni tari reog kendang khas Tulungagung lengkap dengan barongannya. Selain itu juga ada penampilan musik “rampak lesung”…

Read More

Kemah Budaya, Festival Gunung Budheg. Wujud bakti untuk tanah leluhur.

Anda yang berdomisili di Tulungagung dan sekitarnya, pasti tidak merasa asing dengan tempat ini. Tempat yang penamaannya pun membawa cerita sejarah tersendiri ini, akhir-akhir ini semakin menjadi tempat wisata yang cukup terkenal bahkan sampai diluar kota Tulungagung sendiri. Ya, Gunung Budheg namanya. Di tempat ini rencananya pada tanggal 24-26 Februari 2017 besok akan dilaksanakan kegiatan bertajuk Kemah Budaya, Festival Gunung Budheg – Tulungagung dengan mengusung tema BHAKTI TANAH LELUHUR. Acara yang digagas oleh pegiat budaya komunitas Walikukun Kalidawir Tulungagung, komunitas Brangkidul Tulungagung, dan Gunung Budheg Learning center [GBLC] ini bertujuan…

Read More

Grebeg Tengger Tirtoaji – Sumber Air Wendit yang Membawa Berkah

Minggu, 10 April 2016, Taman Wisata Air Wendit, desa Mangliawan,  Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ada satu ritual tahunan yang di lakukan oleh masyarakat adat suku Tengger selain upacara Kasada dan Upacara Adat Karo. Suatu ritual tahunan berupa pengambilan air suci di Sumber Mata Air “Sendang Widodaren” Mbah Kabul dan Mbah Gimbal yang berada di Taman Wisata Air Wendit, desa Mangliawan,  Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ritual ini disebut Grebeg Tengger Tirtoaji. Upacara Grebeg Tengger Tirtoaji ini dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat suku tengger yang meliputi empat kabupaten di sekitar Gunung Bromo,…

Read More