Thor : Ragnarok – Ini tentang seorang ayah, seorang pemimpin dan kesalahan yang tidak bisa diperbaiki

Thor dipenjara di sisi lain alam semesta tanpa palu tangguhnya sedangkan dia harus berburu dengan waktu untuk kembali ke Asgard, menghentikan Ragnarok – penghancuran homeworld-nya dan berakhirnya peradaban Asgardian – di tangan seorang dewi kematian yang sangat kuat, Hela. Tapi pertama-tama dia harus selamat dari sebuah kontes gladiator yang mematikan yang membuat dia melawan mantan sekutunya dan rekan Avenger – the Incredible Hulk!

Confused? Tenang, Itu cuman opening dari plot seru yang disajikan Marvel untuk sekuel dari Thor: The Dark World. Meski jujur, saya pribadi sedikit menyangsikan ekspetasi bagus dari beberapa ciptaan Marvel. Selama bertahun-tahun, Marvel punya masalah dengan sutradara di industri ini. Ingat Edgar Wright yang meninggalkan Ant-Man setelah delapan tahun mengerjakan proyek tersebut? berlanjut dengan Joss Whedon yang menjauhi franchise Avengers setelah mentok dengan Age of Ultron. Terakhir Patty Jenkins meninggalkan Thor: The Dark World dan langsung bercumbu dengan Wonder Woman.

Dari perjalananya, Thor: Ragnarok juga banyak menemui kendala, yang menjadikan saya semakin sangsi atas kualitas akhir filmnya.

Thor and the Hulk do battle in Thor: Ragnarok. Photograph: Allstar/Marvel Studios

Beruntunglah, semua kekhawatiran itu seakan hilang begitu saja sejak 5 menit pertama film dimulai. Taika Waititi benar-benar membuat Thor (Chris Hemsworth) menjadi lebih “friendly”. Dia benar-benar memahami gagasan Thor sebagai seorang Dewa yang bermaksud baik, selalu berusaha melakukan hal yang benar dengan alasan yang tepat, tapi sama sekali tidak pandai karena dia begitu narsis dan selalu naksir dengan dirinya sendiri.

Reimagined dari sosok Thor ini begitu mudah diterima penonton, menyajikan suasana baru yang bisa di terima dan gambaran yang mengasyikkan untuk hampir sepanjang waktu film. Kekonyolan Thor justru mengingatkan saya pada sosok Deadpool, tapi tenang….., bukan termasuk R-rated seperti Deadpool kok.

So, jika kalian mengikuti film Thor mulai dari film pertama (2011), film kedua, Thor: The Dark World (2013),bagi saya ini adalah film Thor “pertama”! Thor yang akan membuat kalian ingin melihat lebih banyak film Thor, karena ini adalah film Thor pertama dengan gagasan tentang apa yang membuat pahlawan sepertinya layak direbut.

Baca juga : Happy Death Day – Over and over and over again!

Seperti kebiasaan dari Marvel Cinematic Universe lain, dalam Thor: Ragnarok kalian juga akan menemukan kejutan-kejutan kecil dengan kemunculan beberapa superhero lain dalam durasi 3-5 menit. dan tentu saja kejutan kecil di mid credit dan akhir dari credit title.

Pada akhirnya, film ini adalah tentang ayah kita, pemimpin kita, dan kekurangan yang tidak dapat mereka perbaiki!

 

Related posts

Leave a Reply