Tomb Raider : Sebuah Dekonstruksi Sempurna Lara Croft

Poster film Lara Croft Tomb Raider 2018

Tomb Raider (2018) – Selama ini sosok Lara Croft (dan Tomb Rider) lekat dengan Angelina Jolie. Pokoknya Lara Croft itu Angelina Jolie, dan Angelina Jolie itu Lara Croft. Titik. Sosok yang setengah mitos.

Tapi lewat film ini Alicia Vikander membuktikan bahwa anggapan tersebut bisa dibongkar untuk kemudian dibangun ulang. Bahwa Lara Croft (ternyata) bisa diperankan (dengan sangat baik) oleh yang selain Angelina Jolie. Sosok Lara Croft yang berbeda, sih, memang. Tapi cantiknya (juga tangguhnya) Alicia Vikander, tuh, lebih membumi.

Disutradarai oleh Roar Uthaug, TOMB RAIDER berkisah tentang “perjalanan” Lara Croft (Alicia Vikander) menjadi sosok Lara Croft seperti yang kita kenal selama ini. Mulanya Lara Croft hanyalah seorang gadis biasa. Yang cerdas, mandiri, bekerja sebagai kurir bersepeda, dan senang berolah raga beladiri. Mixed martial art. Anda musti melihat sendiri seperti apa cantiknya permainan beladiri Lara Croft. Layaknya menari di atas ring!

Namun seolah sudah menjadi takdir Lara Croft untuk diberi nama Lara Croft oleh orang tuanya: hidupnya penuh lara #pukpukmbakalicia

Betapa tidak, ibunya sudah lama meninggal, dan ayahnya, Lord Richard Croft (Dominic West), tak tentu rimbanya. Sudah tujuh kali puasa dan tujuh kali lebaran beliau menghilang. Bang Richard, Bang Richard, mengapa tak pulang-pulang? Anakmu, anakmu, panggil-panggil namamu..

Alicia Vikander  sebagai Lara Croft dalam Tomb Raider 2018. Credit : Warner Bros.
Alicia Vikander sebagai Lara Croft dalam Tomb Raider 2018. Credit : Warner Bros.

Tapi jalan takdir pulalah yang kemudian menyingkap tabir: sebuah permainan teka-teki kayu ala Jepang memberi sedikit titik terang di mana Richard Croft barangkali terakhir terlihat. Sebuah pulau misterius tak berpenghuni di sudut perairan Jepang yang ganas yang menyimpan makam Ratu Himiko dari Yamatai. Berbekal informasi seadanya Lara Croft mulai mengejar bayang-bayang sang ayah. Akankah mereka dipertemukan? Dalam kondisi hidup ataukah sudah tinggal kerangka? Lalu takdir apakah yang menanti Lara Croft untuk menjadikannya Lara Croft seperti kita kenal selama ini? Ya, menjadi Lara Croft adalah takdirnya Lara Croft.

Baca juga : Black Panther : Tak Lebih Dari Sebuah Perkenalan

Yang khas dari film Tomb Raider ini adalah alur ceritanya yang mirip dengan pengkisahan sebuah game petualangan di Playstation. Ada teka-teki yang musti dipecahkan, ada maut yang mengintai dalam waktu yang kian menipis, dan si Mbak Lara ini berlarian ke sana ke mari sambil menenteng-nenteng senjata. Favorit saya: panah dan kapak es. #ctok!! #nancapdihati

Pun bagaimana Lara Croft melakukan pembunuhan pertamanya ditunjukkan di sini. Seperti apa pergulatan batinnya dalam pertarungan untuk bertahan hidup itu, rasa trauma dan penyesalannya atas si korban, digambarkan secara manusiawi. Tidak seperti Lara Croft versi Angelina Jolie yang main tembak saja.

Adegan-adegan aksi di film ini juga begitu memanjakan mata. Dan memacu adrenalin, tentu saja. Terutama ketika ditonton di layar ekstra-besar dengan tata suara menggelegar. Gambar-gambar close-up Alicia Vikander tentu akan mubazir kalau cuma dinikmati di layar 17 inchi. Cakep banget, sumpah!

Dan bagi Anda yang menyukai dunia arkeologi, film ini menarik. Karena makam-makam dan harta-harta karun yang digarong memiliki referensi ke dunia nyata. Sosok Ratu Himiko dari Yamatai memang benar ada, kendati masih menimbulkan beberapa perdebatan di kalangan peneliti.

“Mitos selalu bersumber dari realita,” ujar Papi Richard.

Resmi, Alicia Vikander adalah Lara Croft! NEXT

Related posts

Leave a Reply