Benyamin Biang Kerok 2018 : Cosplayer Benyamin Sueb

Poster Film Benyamin Biang Kerok (2018)

Benyamin Biang Kerok (2018) – Beberapa tahun belakangan ini ada tren untuk membuat ulang film-film yang pernah berjaya di masanya dengan cerita dan pemeran yang lebih segar. Sebut saja misalnya Warkop Reborn, Pengabdi Setan, dan Bayi Tumbal.

Dan BENYAMIN BIANG KEROK (2018) adalah film buat-ulang dari film berjudul sama di tahun 1972 yang kala itu dibintangi oleh Benyamin Sueb dan disutradarai Nawi Ismail. Film komedi laris di jamannya yang mampu bersaing dengan film legendaris Kabut Sutra Ungu karya Sjuman Djaya.

Hal inilah yang barangkali mendorong rumah produksi Falcon Pictures untuk mau membuat-ulang film tersebut. Judul yang sudah pernah beken, cerita bergenre komedi yang memang selalu laris, dan melibatkan pemain bintang sejuta watak: Reza Rahadian. Strategi pemasarannya barangkali jadi tidak terlalu repot jika dibandingkan dengan menjual film yang benar-benar baru.

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, Benyamin Biang Kerok versi 2018 ini berkisah tentang Pengki (Reza Rahadian), anak seorang kontraktor top ibukota, yang ternyata memiliki identitas rahasia sebagai seorang agen intelijen serupa Ethan Hunt di film Mission Impossible.

Benyamin Biang Kerok (2018) Credit : Falcon Pictures
Benyamin Biang Kerok (2018) Credit : Falcon Pictures

Pengki bermaksud membongkar kejahatan Said (Qomar), seorang Godfather yang dikelilingi sepasukan bodyguard cosplayer Lara Croft yang memiliki saingan bernama Hengki (Hamka Siregar) yang mempekerjakan cosplayer Bane dari film Batman sebagai tukang pukulnya.

Hengki ini bermaksud menggusur kompleks pemukiman sederhana yang dijaga seorang jawara perempuan (Lydia Kandau) yang karakternya mirip dengan tokoh Ibu Kos di Kungfu Hustle.

Sampai di titik ini, entah sudah berapa cosplayer yang muncul di layar. Hehee..

Dalam menjalankan misinya Pengki dibantu oleh dua orang kawannya yang nampak kurang beres: Somad (Adjis Doaibu), seorang tukang otak-atik elektronik yang terobsesi dengan robot, dan Achie (Aci Resti) tukang bajak mp3 yang culun.

Sebagai film komedi, Benyamin Biang Kerok nampak sekali sedang berusaha keras untuk terlihat lucu. Semua hal coba mereka lucu-lucukan. Ambil contoh Somad yang berpura-pura jadi Spiderman yang menembak-menembakkan jaring di tengah orang yang sedang bermain golf. Lucunya di mana?

Baca juga : Eiffel i’m in love 2 – #Akunyakamu

Bahkan karakter Pengki sebagai “jualan” utama, tidak terlalu terlihat lucunya di mana. Saya sama sekali tidak tertawa melihat adegan Pengki ngorok pagi-pagi dengan cuma bercelana dalam. Atau kelakuan Pengki yang di-Benyamin-Benyaminkan. Bukannya terlihat polos, sok tahu, dan kepedean seperti sosok Benyamin di film-film yang saya tahu, cara Reza Rahadian menampilkan karakternya malah nampak seperti orang yang sedang “kurang sehat.” Duh, Dek..

Selain itu, di film ini tidak nampak ada jalan cerita yang benar-benar serius selain Hanung Bramantyo yang sedang berusaha menjejalkan banyak sekali “pesan moral” ke dalamnya. Misal pesan moral (baca: sindiran) tentang perilaku korup, praktik dunia hiburan “bawah tanah”, aksi-aksi sosial, dan pesan tentang pembajakan hak cipta. Hmm..

Tapi yang nenurut saya agak menarik, film ini disisipi oleh adegan-adegan nyanyi dan tari seperti di film-film India, hanya saja dalam kearifan Betawi. Lagu-lagu yang pernah dipopulerkan mendiang Benyamin Sueb juga ditampilkan. Seperti teater musikal.

Yah, biar bagaimanapun, film ini tetap mampu mengumpulkan penonton dalam jumlah lumayan, sih. Genre komedi dan faktor Reza Rahadian nampaknya masih menjadi daya pikat. Lumayan buat dimasukkan ke Instastory..

NEXT

 

 

NB: Sekuel film ini direncanakan rilis pada akhir 2018 dengan judul Benyamin Biang Kerok Beruntung, yang lagi-lagi merupakan buat-ulang dari film berjudul sama di tahun 1973.

Related posts

One Thought to “Benyamin Biang Kerok 2018 : Cosplayer Benyamin Sueb”

  1. […] Benyamin Biang Kerok 2018 : Cosplayer Benyamin Sueb […]

Tinggalkan Balasan