The Commuter : Review Film Dari Hikayat Para Pelaju

The Commuter sinopsis

Alkisah Michael MacCauley (Liam Neeson), 60 tahun, adalah seorang pelaju. Commuter. Setiap hari selama sepuluh tahun ia menaiki kereta yang sama, di jadwal keberangkatan yang sama, untuk pergi-pulang dari rumah ke kantornya. Langganan.

Dan yang melakoni ini bukan Michael seorang. Banyak penumpang lain yang juga pelaju. Rutin berpapasan membuat mereka akrab dan saling mengenal satu sama lain. Atau setidaknya kenal wajah.

Michael adalah seorang agen asuransi. Mantan polisi. Prestasinya terbilang lumayan. Keluarganya di rumah juga terlihat bahagia-bahagia saja.

Kalaupun barangkali ada sedikit masalah, itu tak lebih dari problema khas kaum pekerja kelas menengah: cicilan rumah, anak yang sudah mau masuk kuliah, hingga tagihan asuransi dan tabungan hari tua. Pusing karena duit ituu.. biasa. Kalau cinta? Nah, ini! INI!

Nah, suatu hari Michael dipanggil menghadap atasannya di ruangannya. Sembari menyorongkan sebuah amplop, atasannya berkata lirih kepadanya:

“Michael, kamu terlalu baik untuk aku..”

Deg!

Hancur luluh rasa jiwa dan raga. Berita menggelegar aku terima. Michael DI-PE-CAT!

Liam Neeson at the commuter. Credit : Lionsgate
Liam Neeson at the commuter. Credit : Lionsgate

“T-tapi, kalau katamu aku memang orang baik, mengapa engkau tak sudi denganku, Pulgoso?” ucap Michael tak percaya.

Pulgoso adalah tokoh anjing yang sangat lucu di telenovela Meksiko “Marimar” di medio ’90-an. Dan jika Anda mengenal tokoh ini, fixed Anda seumuran Mas Endrita! Whehee..

Terguncyang, dan butuh uang, Michael-pun mulai minum-minum di bar terdekat untuk menghibur dirinya sendiri.

Es dawet satu, esnya yang banyak.

Yang menarik, pergerakan kamera di adegan ini sengaja diguncang-guncang, seolah ingin mereplikasi jiwa Michael yang sedang gundah.

Selesai minum-minum, Michael pulang menumpang kereta komuter seperti biasanya saja. Sepertinya. Tapi.., dia salah. Di titik ini hidupnya akan jungkir-balik: dia KEBETULAN bertemu si anggun Joanna (Vera Vermiga) yang KEBETULAN memilih duduk di bangku di depannya.

Tapi, seperti kata pepatah, kebetulan adalah skenario yang sudah disiapkan. Joanna kemudian memberi satu permintaan, yang jika Michael bersedia mengabulkan, niscaya akan ada imbalan menarik untuknya.

Bangunkan aku seribu candi dalam semalam,” pinta Joanna.

Bukan.

Di antara para pelaju, ada satu orang, entah siapa, yang tidak seharusnya ada di kereta ini. Temukan dia, seratus ribu dolar tunai untukmu,” ucap Joanna. “Itu KALAU kamu mau..”

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Michael mendegut ludah. Seratus ribu dolar ditukokno krupuk entuk sak pabrik-pabrike, batinnya.

“Tapi,” sambung Joanna, “akan ada konsekuensi dari setiap tindakan yang kamu pilih.”

Michael menyimak. Belum sepenuhnya paham.

Jadi, Michael, orang macam apa kamu ini?

Lalu apakah yang akan dilakukan Michael? Akankah dia menerima tantangan Joanna? Dan konsekuensi macam apa yang akan ditanggungnya jika dia salah melangkah? Meski kalah pamor dengan legenda horor Insidious : The Last Key, Saksikan THE COMMUTER hanya di bioskop! Jangan nunggu The Commuter movie download di website. 😅

 

NB: Dan seperti halnya wanita pada umumnya, Joanna seolah selalu mampu membaca pikiran Michael. Setiap tindakan yang sudah, sedang, dan akan dia lakukan, Joanna selalu bisa memperkirakannya dengan tepat. Cenayang, Mbak?

Tanggal rilis: 17 Januari 2018 (Indonesia)

Sutradara: Jaume Collet-Serra

Musik digubah oleh: Roque Baños

Skenario: Byron Willinger, Philip de Blasi

Distributor: Lionsgate Films, StudioCanal UK

Pemeran : Liam Neeson, Michael Woolrich, Vera Farmiga, Patrick Wilson, Elizabeth McGovern, Sam Neill

NEXT

Related posts

Tinggalkan Balasan