JUMANJI : Welcome To The Jungle – Who’s the trully I am?

Generasi ’90-an tentu tidak asing dengan Jumanji, film fantasi petualangan di tahun 1995 yang bercerita tentang papan permainan (board game) terkutuk sejenis permainan ular-tangga. Namun yang luar biasa makhluk-makhluk yang ada di permainannya bisa betulan muncul di dunia nyata dan pelan-pelan menguasai dunia. HUAHAHAHAHAA!! (ketawa jahat). Sungguh permainan virtual reality yang melampaui zamannya.

Tapi jangan kau sedih, Dek. Di zaman now, JUMANJI : WELCOME TO THE JUNGLE (untuk selanjutnya kita sebut saja ‘Juminten’) adalah sekuelnya., atau yang jamak dibilang film jumanji 2017.

Dibuka dengan adegan seseorang anak menemukan papan permainan Jumanji terkubur di pasir di pantai (yang mana ini mirip dengan adegan penutup Jumanji klasik), lamat-lamat terdengar suara tambur yang begitu khas, lalu membawanya pulang, dan terjadilah mimpi buruk itu: dia.. lenyap! Sulapan!

Waktu berlalu, zaman berganti. Empat orang murid SMA, Spencer Gilpin (Alex Wolff), Bethany Walker (Madison Iseman), Anthony “Fridge” Johnson (Ser’Darius Blain), dan Martha Kaply (Morgan Turner) tanpa sengaja menemukan sebuah konsol game lawas (sejenis Nintendo) di gudang sekolah, yang tanpa disangka mereka kemudian malah tersedot masuk dan terjebak di dalam permainannya yang ternyata: Jumanji.

Kevin Hart , Dwayne Johnson, Jack Black dan Karen Gillan (jangan tanya yang paling ujung kiri) Credit : Columbia Pictures, Jumanji

Di dalam dunia permainan tersebut mereka secara harafiah berubah menjadi sosok avatara yang mereka pilih, lengkap dengan segala sifat, kemampuan, dan ciri fisiknya. Spencer berubah menjadi Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), Bethany menjadi Prof. Sheldon “Shelly” Oberon (Jack Black), Fridge Franklin “Mouse” Finbar (Kevin Hart), dan Martha berubah menjadi ibunya Superman. Eh, Batman. Eh, maksudnya Ruby Roundhouse (Karen Gillan).

Sori, drama rebutan ibu (Martha) antara Superman dan Batman meninggalkan luka yang terlalu traumatis pada diri saya. Sori.

Dan untuk bisa kembali ke dunia nyata, mereka terlebih dahulu musti menyelesaikan misi permainannya sebelum sisa nyawa yang mereka miliki habis. Berhasilkah Spencer, Bethany, Fridge, dan Martha menyelesaikan misi sementara bertahan hidup di dunia Jumanji yang ganas? Hmm..

Sebagai sebuah film di masa libur akhir tahun, Juminten ini menyenangkan. Kocak dan menghibur. Misalnya Dwayne Johnson. Dengan tubuhnya yang tinggi-besar-botak-bertato alih-alih mengintimidasi justru nampak menggemaskan.

“Kayak boneka panda yang bulunya tebal banget dan enak buat dipeluk. Emesh-emesh,” kata penonton di sebelah saya sambil menggelayut manja. Tidak, doi itu sedang ngobrol sama pasangannya di sebelahnya sana. Bukan sama saya. Saya cumaa….. memilih kursi yang salah. T__T

Film ini seolah mengajak kita benar-benar masuk ke dalam permainan petualangan. Menjadi bagian dari dunia permainannya yang khas. Lengkap dengan logikanya sendiri. Seperti misalnya kita bisa mati berkali-kali di dalam permainan, dan akan terus hidup lagi selama “nyawa” yang kita miliki masih ada. Dan ini, kadang, membuat pemain yang iseng untuk enteng saja menyiakan “nyawa“-nya. Toh nanti bisa “hidup” lagi. Restart!

Nanti kalau “nyawa“-nya sudah habis, bagaimana? Ya game over! Mati betulan. Di permainan maupun di alam nyata. Hidup hanya sekali, jangan disiakan untuk hal yang tidak berguna. Itu yang membedakan antara permainan dengan kenyataan. Tapi di permainan Jumanji, apa yang terjadi di dalam permainan akan berpengaruh ke dunia nyata. Keadaan baru akan “dikembalikan” seperti sedia kala ketika seluruh misi berhasil diselesaikan dan si pemain berteriak “JUMANJIII!!”.

Lalu ada yang menarik dengan avatara-avatara yang dipilih oleh masing-masing pemain. Avatara-avatara itu seolah “kualitas diri” yang dimiliki namun belum disadari oleh si pemain yang bersangkutan. Kita ambil contoh si Spencer.

Di dunia nyata ia adalah murid pintar tapi culun dan kutu buku. Secara fisik kurus, rambut keriting, tidak ada menarik-menariknya. Tipe murid yang mudah jadi sasaran bully. Tapi di dunia Jumanji dia menjadi Dr. Bravestone, si pemimpin rombongan yang hebat dan charming dengan tanpa kelemahan. ITU SEBETULNYA DIRI ELU, SPENCE! Your inner-self! Cuman si Spencer ini kurang pede saja sehingga sosok “ganteng“-nya tidak muncul.

Baca juga : Star Wars : The Last Jedi – Not just Star Wars fan can love this

Atau Martha, yang di dunia nyata, lagi-lagi, orang yang “tak-kasat-mata“. Di Jumanji ia adalah Ruby, si jagoan seksi yang dari tatap matanya saja bisa membuat jomblo-jomblo meleleh. Juga Bethany yang cantik, tapi di Jumanji avataranya justru prof. Shelly yang COWOK dan bulat-brewokan tapi cerdas. Barangkali maksudnya supaya Bethany tidak melulu mengandalkan fisiknya dan melupakan isi kepala.

Pun Fridge yang sosoknya di Jumanji benar-bener bertolak belakang dengan dirinya di dunia nyata. Dan kesemua ini seolah mengajak penonton (terutama remaja, sesuai rating film ini yang 13 tahun ke atas) untuk becermin dan meneliti ke dalam hati mereka masing-masing sebenarnya saya ini siapa, sih? Who’s the trully I am?

Dan apakah yang terjadi di Jumanji ini kebetulan belaka? Saya rasa, kok, tidak, ya. Karena kebetulan adalah skenario yang sudah disiapkan..

Salam!

 

PS : Kalau menonton film di bioskop, tidak perlu, lah, merekam filmnya lalu membagikannya di Instagram Story. Norak, tau…. Atau, sekalian aja rekamin jumanji welcome to the jungle full movie dan sebarin ke semua akun medsos kamu 

PS 2 : Berikut para pemain film Jumanji :
Dwayne Johnson sebagai Dr. Smolder Bravestone, avatar Spencer
Jack Black sebagai Profesor Sheldon “Shelly” Oberon, avatar Bethany
Karen Gillan sebagai Ruby Roundhouse, avatar Martha
Kevin Hart sebagai Franklin “Mouse” Finbar, avatar Fridge
Nick Jonas as Jefferson “Seaplane” McDonough, avatar Alex Vreeke
Bobby Cannavale sebagai Van Pelt
Rhys Darby sebagai Nigel Billingsley
William Tokarsky sebagai pedagang
Rohan Chand sebagai anak kecil di bazaar
Saya dan kamu-kamu semua sebagai penonton (ngga penting T_T)

PS 3 : Ngga punya, rencana mau langsung beli yang PS 5 aja….

Related posts

One Thought to “JUMANJI : Welcome To The Jungle – Who’s the trully I am?”

  1. […] JUMANJI : Welcome To The Jungle – Who's the trully I am? […]

Tinggalkan Balasan