Malang Citizen, 6 Ramuan Rahasia Penguat MC

Malang Citizen atau yang akrab disapa MC ini ternyata masih bau ketek. Eh, bau kencur sekali. Usianya belum menginjak hitungan tahun, bahkan saat saya menulis artikel ini, usia MC belum genap 1 bulan ( menurut akte lahir yang dikeluarkan petugas setempat, Malang Citizen diakui keberadaannya  pada hari Minggu, 18 Desember 206), kalo kata emak-emak di kampung saya, usia yang masih lucu-lucunya…..

Biarpun dibilang masih anak kemaren sore, Malang Citizen ini ternyata termasuk golongan anak ajaib yang sakti mandraguna. Bayangkan, ibarat bayi yang baru lahir procot, Malang Citizen sudah terima banyak job review, mulai dari tempat wisata, tempat makan sampai hotel berbintang. Hebatnya, job yang mereka dapat tidak hanya di Kota Malang, tapi sampai ke seluruh Malang Raya, termasuk Kota Wisata Batu. Kesaktian Malang Citizen ini pun tercium awak media, sampai pada akhirnya Malang Post, salah satu media ternama di kota Malang mengangkat kiprah Malang Citizen di koran edisi Rabu, 4 Januari 2016.

Penasaran, punya ramuan apa Malang Citizen ini? Saya nggak….
eh, maksud saya sama…. saya juga penasaran. Untuk itu sengaja saya melakukan investigasi, R&D, dan beberapa penelitian khusus guna mengetahui ramuan rahasia dibalik kesaktian Malang Citizen. Hasilnya, sungguh mengejutkan. Saya menemukan ada 6 ramuan rahasia penguat komunitas ini.

“The Man behind the kitchen”

Restoran legendaris, tempat makan yang selalu full booked, warung yang ga pernah sepi pembeli adalah berasal dari dapur, siapa yang mengolah makanan. Malang Citizen bisa gurih, renyah dan bercitarasa khas kare……….. Duh, ga nyambung ya..?! Pokoknya gitu deh, ternyata Malang Citizen dikelilingi oleh orang-orang yang punya tingkat kekecean dengan level di atas 15 (kebayang kan gimana pedesnya?).

Dalam urusan perbloggingan, urusan tul-menul, literasi digital, multi media dan seperangkat alat yang sejenis, semua ada di Malang Citizen. Lalu, apakah yang masih mulai belajar ngeblog dan atau yang babar blas ra mudheng tidak bisa bergabung? Tentu sangat amat bisa, bukankah masakan juga butuh perpaduan antara manis dan pedas dalam satu gigitan?

“Berkarya dengan HATI”

Malang Citizen ini ibarat mall (mau pake kata “toserba”, takut di bilang ga up to date) yang didalamnya banyak profesi-profesi lain di luar blogging. Artinya, di dalam keluarga besar Malang Citizen ini selain ngeblog, banyak diantara mereka yang sebenarnya lebih kuat skill-nya di bidang lain, seperti di desain grafis, fotografer, Programer, Publishing, wartawan hingga penulis sekenario film. Bahkan IRT (termasuk emak-emak yang suka nyalain sein kiri tapi belok kanan), penjual sayur dan orang yang bahkan jauh sekali kegunaannya bagi nusa dan bangsa seperti saya ini ada di Malang Citizen.

Hebatnya, mereka dipersatukan dengan misi yang sama, misi untuk bisa“berkarya dengan hati” bukan dengan ego, menunjukkan blogger tidak mengenal kelas dan golongan.

“One Package”

Inpian umum yang di derita oleh blogger newbie adalah job! Bagaimana bisa dapet job review, bagaimana bisa menghasilkan income dari hobi menulis yang di rintisnya, bagaimana bisa merasakan nikmatnya jadi blogger dalam waktu yang relatif singkat. Hampir mustahil, kecuali di Malang Citizen, disini blogger newbie akan lebih cepat merasakan sensasi menjadi seorang blogger profesional.

Karena, di Malang Citizen memberlakukan sistem “paket” dalam bekerjasama dengan klien. Undangan / permintaan review dari klien ditujukan bukan atas perseorangan, melainkan atas nama Malang Citizen. Nah, disini Malang Citizen secara terbuka akan memberikan kesempatan kepada semua anggota untuk berkarya, tentunya dengan kuota yang telah disepakati dengan klien. Klien sendiri juga tidak akan dirugikan,karena komposisi team akan dibuat secara proporsional.

“Monyet Ikan”

Dari jaman nenek buyut saya masih perawan, monyet udah pinter manjat. Begitu pula dengan ikan, sejak jaman nyonya menir yang sudah bisa berdiri dari tahun 65 sampe saya udah punya nyonya sendiri yang bisa bikin berdiri (ini ngomong apa sih…?!) juga sudah pinter berenang. Namun apakah diantara keduannya tidak pernah berfikir untuk saling belajar?

Begitu juga dengan Malang Citizen, Setiap individu didalamnya terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing, kelebihan inilah yang terus dibagikan ke sesama anggota yang lain. Sharing ilmu antar anggota Malang Citizen ini direncanakan sebagai agenda rutin pertemuan. Capacity building anggota Malang Citizen ini bisa menjadi pemacu semangat untuk terus belajar dan menimba ilmu.

Tidak hanya secara internal, Malang Citizen juga akan melakukan kegiatan-kegiatan serupa kepada masyarakat luas, baik di lingkungan sekolah maupun di komunitas-komunitas yang ada di masyarakat. Jadi benar-benar Malang Citizenbisa berguna bagi nusa dan bangsa, sesuai dengan amanat undang-undang tahun 1945 dan Pancasila. Merdeka…!!

“Habit”

Lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya, begitu quote yang dulu hobi banget di ucapkan guru bahasa saya waktu duduk di sekolah dasar. Tapi taukah kalian bahwa ini juga mempengaruhi eksistensi Malang citizen? Berkaitan dengan Habit / kebiasaan / budaya dari suatu tempat yang tentu akan berbeda dengan tempat lain.

Kebetulan, layaknya pangeran kodok, saya juga kebetulan hidup di dua alam. Selain aktif di Malang, saya juga aktif di Tulungagung. Di dua kota tersebut saya juga sama-sama ada di dalam sebuah kelompok berbasis blogg, Malang dengan Malang Citizennya dan Tulungagung dengan Blogger Tulungagung.

Meski basicnya sama, ternyata “perjuangan”nya bener-bener beda. Malang Citizen punya banyak faktor pendukung, sedangkan Blogger Tulungagung masih harus berjuang untuk merubah Habit yang selama ini terbentuk, hampir seluruh pelaku usaha di sana yang masih belum paham dan tau manfaat buzzer dari blogger, sehingga kehadirannya dinilai tidak begitu dibutuhkan. Begitu juga dengan komunitas blogger sendiri, yang di Tulungagung masih belum bisa teridentifikasi dengan baik.

Terakhir

Terakhir, teman-teman yang berbahagia diseluruh nusantara…., menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “terakhir” adalah selesai atau habis.
Masih keukeuh baca? Kan udah bilang terakhir??
Ok, fine….. kenapa saya bilang 6 padahal pointnya cuman ketemu 5 (Scrol keatas lagi dan di baca lagi, eh ternyata beneran cuman 5 point), karena enam itu bilangan genap, genap artinya setiap mereka berpasangan, tidak ada yang sendiri. Semoga yang baca artikel ini dan seluruh anggota MC juga akan sama, bagi mereka yang masih sendiri, akan segera menemukan pasangannya…….
*tendang pantat sendiri – pake gaya centilnya Nikmah.

8 KOMENTAR

  1. Tulisannya keren abiz, sampe ngebawa monyet dan iklan segala. Haghaghag… Gak terasa lho bacanya sampe habis. Keren abizz deh.
    Folback donk biar blogku bs keren difollow org keren kayak mas admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here