Perencanaan Keuangan Untuk Pendidikan Anak, Ini 3 Hal Yang Perlu Dilakukan

Perencanaan Keuangan Untuk Pendidikan Anak? Tahu enggak, sih? Kalau banyak sekali orang tua yang tidak menyadari betapa pentingnya perencanaan biaya sekolah anak-anaknya kelak. Mereka cenderung memikirkan biaya pendidikan putra-putrinya ketika pada saat waktu pendaftaran sekolah.

Kejadian seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di luar negeri juga banyak. Bahkan anak-anak itu sendiri yang membiayai kuliah mereka dengan berhutang. Jadi, setelah lulus kuliah mereka harus melunasi hutangnya itu. Kasihan sekali bukan?

Coba saja bayangkan jika hal itu terjadi pada anak-anak kita? Jangan sampai deh ya. Apalagi di Indonesia sendiri setiap tahunnya biaya pendidikan naik sebesar 15%-20%. Bahkan ada juga beberapa sekolah yang kenaikan harga pendidikannya sebesar 10% per semester. Wah, pasti puyeng nih orang tua yang tidak mempersiapkan biaya pendidikan sejak dini, benar kan? Nah, salah satu kesalahannya di situ tuh. Tidak ada perencanaan keuangan untuk pendidikan sejak dini. Sekolah TK saja biayanya lebih besar dibanding SMP. Bayangkan 18 tahun lagi! Pasti sangat banyak dana yang harus dikeluarkan, bukan?

Jadi, apa saja sih yang harus para orang tua lakukan agar pendidikan anak-anaknya terjamin tanpa pusing memikirkan biaya pendidikannya? Yuk, mari simak Perencanaan Keuangan di bawah ini!

  1. Perencanaan dana pendidikan anak sejak dini

Tidak sedikit orang tua atau pengantin baru lupa atau tidak menyadari bahwa selain memikirkan biaya hidup/ makan sehari-hari, seharusnya mereka juga mulai merencanakan biaya untuk pendidikan anak-anaknya kelak. Sekalipun belum memiliki anak. Karena, jika orang tua atau calon orang tua tidak memiliki perencanaan yang matang untuk sekolah anak-anaknya, maka mereka sudah melakukan kesalahan fatal.

Perencanaan Keuangan Untuk Pendidikan Anak, Ini 3 Hal Yang Perlu Dilakukan
Perencanaan Keuangan Untuk Pendidikan Anak, Ini 3 Hal Yang Perlu Dilakukan

Tentu para orang tua atau calon orang tua juga harus menghitung sesuai kenaikan biaya pendidikan per tahunnya dan mau disekolahkan di mana anak-anaknya kelak. Seperti yang sudah saya jelaskan, bahwa juga ada beberapa sekolah yang kenaikan biayanya sebesar 10% per tahunnya. Ingat! Perlu Bapak/ Ibu garis bawahi hal itu.

Apalagi jika ingin menyekolahkan anak ke luar negeri. Karena selain biaya yang lebih tinggi, biaya hidup pun di sana juga tidak sedikit. Misal, dana untuk menyewa tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Belum lagi kenaikan biaya pendidikan di sana. Duh, pasti pusing banget tuh, hehe.

  1. Jangan suka memperlambat investasi untuk biaya pendidikan anak

Nah, orang tua yang suka memperlambat merencanakan pendidikan anaknya bukan berarti mereka tidak sadar betapa pentingnya perencanaan tersebut, melainkan memang mereka sengaja menunda-nundanya.

Biasanya mereka lebih mementingkan hal-hal yang belum/ tidak dibutuhkan seperti beli mobil, perhiasan, arisan, shopping, dan lain sebagainya. Ada juga yang meremehkan dengan berkata, “Ah besok-besok sajalah nabungnya, hamil saja belum/ kan kuliahnya masih 18 tahun lagi.” Atau begini, “Ah nanti sajalah sama Mamanya kalau urusan biaya sekolah.” Nah, malahan si Mama berkata sebaliknya. Menyerahkan urusan biaya sekolah ke suaminya. Nah loh, bagaimana tuh penyelesaiannya kalau seperti itu? Dampaknya jadi kasihan kan si anak?

Jadi, bagi orang tua maupun calon orang tua janganlah berkompromi untuk pendidikan anak. Kalau bisa sekarang, kenapa harus tunda besok, besok lagi, lusa, dan begitu saja seterusnya. Kalau bisa investasinya juga harus besar sekalian. Untuk anak sendiri kok pakai berkompromi segala. Ya, seharusnya diselesaikan bersama-sama J.

  1. Jangan salah menentukan waktu

Terkadang ada juga orang tua yang salah dalam menentukan perkiraan antara waktu dengan biaya yang dibutuhkan. Jadi, perhitungan disesuaikan dengan umur anak saat itu alias dimulai saat anak masih berusia 0 tahun.

Misal, ketika masuk Playgroup dan TK perhitungannya 3 tahun dari usia 0 tahun. Masuk SD dihitung 6 tahun dari usia sama.

Begitu juga dengan SMP perhitungannya 12 tahun dari usia 0 tahun, SMA 15 tahun dari usia sama, dan untuk Kuliah S1 dihitung 18 tahun dari usia sama. Nah, jika sudah SMP atau SMA, pasti memerlukan laptop untuk mendukung proses belajar mereka. Kita bisa menggunakan iprice untuk membandingkan harga laptop dan mendapatkan harga lebih murah.

Nah, itulah beberapa yang harus para orang tua lakukan agar pendidikan anak-anaknya terjamin.

NEXT

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here