Transformasi Koperasi di Era Digital? Perhatikan 3 Hal Berikut!
Transformasi Koperasi di Era Digital? Perhatikan 3 Hal Berikut!

Transformasi Koperasi di Era Digital – Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata “koperasi”? Ya, mungkin sebagian orang akan menjawab tempat simpan pinjam uang. Terutama di desa tempatku berada dimana koperasi tumbuh bagaikan jamur, satu kecamatan aja ada tiga hingga empat koperasi yang berdiri.

Ya, bagi warga desa koperasi adalah tempat paling mudah untuk meminjam uang. Padahal tujuan utama koperasi adalah mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumya. Koperasi juga turut andil dalam membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Seperti kata Wikipedia bahwa koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.

Jadi, jelas sekali bukan jika koperasi bukan hanya tempat meminjam uang tapi juga ada tujuan mulia disitu, yaitu menyejahterakan anggota. Namun, sayang sekali banyak masyarakat yang kurang memahami koperasi atau memang kurang sosialisasi? Entahlah.

Sayang sekali jika sebagian masyarakat pedesaan hanya tahu koperasi sebagai tempat simpan pinjam saja. Padahal kan berdasarkan sejarahnya koperasi tuh dibangun dari beberapa orang yang kemampuan ekonominya terbatas dengan tujuan untuk menolong dirinya sendiri dan manusia yang senasib.

Nah, di era industry 4.0 seperti sekarang koperasi harus bisa bertransformasi menuju koperasi digital untuk bertahan. Hal ini dikarenakan masyarakat desa pun tidak ketinggalan jauh dalam hal teknologi. Jadi, penting sekali untuk koperasi untuk melakukan transformasi digital.

Nah, bisa banget kan sosialisasi tentang tujuan dan prinsip koperasi kepada masyarakat melalui cara kekinian yaitu dunia digital. Smartphone, misalnya. Pasti lebih seru dan menarik, disamping mengadakan pertemuan untuk sosialisasi secara tatap muka. Tetapi, alangkah baiknya jika masyarakat juga diedukasi melalui sebuah aplikasi koperasi karena saat ini hampir semua lapisan masyarakat memiliki smartphone.

3 Hal Penting dalam Transfomasi Koperasi

Namun begitu, untuk beralih ke koperasi digital ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu penguasaan teknologi, proses yang benar, dan sumber daya manusia (SDM).

Penguasaan Teknologi
Seperti kita ketahui bersama jika penguasaan teknologi sangat diperlukan di era industry 4.0 dimana teknologi telah melebur kedalam keseharian manusia. Siapa coba yang enggak punya android? Hampir semua punya loh. Oleh karenanya penguasaan teknologi sangat diperlukan untuk transformasi koperasi. Baik karyawan ataupun anggota koperasi harus sama-sama menguasai teknologi.

Nantinya koperasi bisa membuat transaksi dalam bentuk digital sehingga memberikan kemudahan fasilitas bagi para anggotanya. Baik dalam hal mengakses akun simpanan dan pinjaman anggota, maupun melakukan transaksi atas simpanan maupun pinjaman. Wow banget kan?

Proses yang Benar
Merubah mindset masyarakat akan tujuan dan prinsip koperasi harus diutamakan. Percuma dong kalau koperasi sudah bertransformasi tapi pola pikir masyarakat masih terpaku pada koperasi simpan pinjam dan berbagai stigma negatif lainnya. Padahal dengan sentuhan teknologi dan financial yang otomatis, koperasi bisa menjangkau masyarakat lebih luas.

Sumber Daya Manusia (SDM)
Tak terkecuali proses persiapan sumber daya manusianya juga harus benar. Tidak asal merekrut anggota sehingga terkendala dalam hal operasional. Bukankah pelaku utama teknologi modern adalah manusia juga? Lalu, bagaimana jika pengguna kurang terampil? Dalam hal ini para generasi milenial yang kelak dapat membantu sistem tata kelola koperasi modern.
***

Seharusnya koperasi bisa dengan bebas dikembangkan dalam berbagai macam usaha. Harapannya sih dapat membentuk ekosistem yang saling menunjang. Terlebih masyarakat kita kan berkarakter gotong royong sehingga keuntungan koperasi dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Pada akhirnya, koperasi dapat terus eksis dan kredibilitasnya meningkat yang berdampak pada terbukanya lapangan kerja baru untuk masyarakat. Selain itu juga memudahkan pemerintah untuk melakukan analisa kelayakan usaha.

Coba bayangkan jika seluruh masyarakat di Indonesia menjadi anggota koperasi dan bersama-sama membangun usahanya. Pastinya kesenjangan di masyarakat akan hilang dan tergantikan oleh ekonomi berbasis digital dan kebersamaan sehingga mewujudkan usaha yang adil, makmur, dan sejahtera.

——————————————————————————————————

wikipedia.org
blog.ruangguru.com
inet.detik.com

NEXT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here